Orang Bodoh vs Orang Pintar

Sebuah analogi keliru atau mungkin sebuah perbandingan yang salah. Ketika orang bekerja di tempat yang terlarang, biasanya alasan yang digunakan adalah faktor kondisi. Biaya hidup menjadi faktor penyebab utama. Namun yang menjadi masalah adalah jika pembicara atau dai hanya menganjurkan takwa, mohon ampun dab. Kemudian ia mengambil kisah dari kitab suci sebagai contoh.

Begini, kisah dalam Al Quran didominasi kisah para utusan. Artinya mereka bersikap dan bergerak berdasarkan tuntunan wahyu. Dari sini, membandingkan kehidupan manusia biasa dan nabi sudah keliru. Nabi Ibrahim dengan mantap jalankan perintah sembelih, karena beliau sudah merasakan dinginnya api. Nabi Musa melewati lautan karena beliau mengalami tongkat berubah menjadi ular.

Maksud saya adalah orang jaman sekarang sudah mengerti kisah di dalam Al Quran. Mereka lebih membutuhkan solusi yang nyata supaya dapat keluar dari biaya tinggi.

Seorang penceramah mengalami kekosongan pada tangki kendaraan, sedangkan jarak dari tujuan masih 40 km. Dompet hanya berisi KTP, SIM dan STNK sedangkan ia harus berada di tujuan 20 menit lagi (sesuai amanah atau perjanjian). Dan pilihan yang tersedia adalah :

  1. Melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki

  2. Menunggu kios bensin eceran yang tutup tetapi tangki dapat ia isi karena kios tidak terkunci

  3. Menunggu kendaraan lain yang lewat dan berharap tumpangan

Lalu, dengan pilihan diatas, maka sebenarnya yang dapat dikategorikan sebagai bagian takwa?

jarkoni

Takwa adalah sikap hati, kedudukan hati dalam memutuskan langkah. Dengan kondisi penceramah diatas, apakah dia butuh sikap takwa atau sebuah solusi nyata?

Contoh lain. Istri masih sehat, cantik, dan berkepribadian baik. Keinginan terhadap wanita lain masih menggelora. Mana yang akan dilakukan di antara menikah lagi atau bercerai? Tentu kita akan mengatakan : hidup tidak sesederhana itu.

Demikianlah. Wassalam

 

1 tanggapan pada “Orang Bodoh vs Orang Pintar”

  1. pilihan jelas melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki…..
    kan susah dengan jalan tangan , jalan kepala , atau dengan jalan perut…..
    coba klo ada pilihan ngopi dulu…..

Tinggalkan Balasan