Serat Ngruwat Kolor

pantun balasan tali kolor republik wit asem

 

Pak pres rep wit asem, terimakasih kritik, saran & paket tali kolornya.
Kami memahami maksud pembatasan masa jabatan sesuai filosofi tali kolor.

Kami bisa masuk d barisan para orang mulia & terhormat seperti ini tidak dengan mudah. Ada biaya tinggi saat berproses dari awal. Masa penjaringan, penggodokan mentalitas ideologi jenis kendaraan, tahap sosialisasi dapil, juga gerilya taktis tembakan vertikal horizontal ke lingkungan sekitar.

Semua itu dengan biaya ga dikit. Kami punya kalkulasi nilai investasi & jangka waktu bep nya. Sangat konyol bila Investasi kami di batasi hingga ga maksimal balik modal, apalagi sampai ejakulasi dini. Bangkrut kami! Satu hal yang perlu anda ingat, kami bukanlah Ahok yang gila itu. kami masih waras.

pak pres rep wit asem, silahkan buka mata dengan realita.

Bagi kami kebenaran itu fleksibel seperti tali kolor. Relatif seperti warna bening plastik, tergantung isi warna apa.
Anda membuka ini ke publik pasti ada motif & tujuan khusus. Mungkin anda lupa, kami bukanlah Jokowi presiden gila yang lakukan semua demi rakyatnya!

Anda naif pak pres! Bagi kami, semua benar sesuai versi & takaran masing2. Kebenaran versi isi perut kami. Kebenaran versi kelompok kami. Kebenaran versi pemodal kami. Kebenaran versi rakyat jelata yang mudah di bodohi. Persetan lah kebenaran hakiki suara hati…

Kami hadir di gedung ini murni demi duit. Terbukti perut kami sekarang dililit lemak. Tanda hidup makmur. Realita jauh berbeda di banding kami rakyat jelata dahulu kala. Kawan di kursi depan dulunya bandar dadu di kampung asal sana. Di kursi sebelah kanan dulu aktivis kurus kering teriak lantang berlagak bela kepentingan mendasar. Di kursi kiri saya turunan priyayi sedari kecil sarapan roti. Yang ngobrol bergerombol di depan itu beragam asal profesi. Dari penjilat majikan, tukang parkir era 80 an, jambret jalanan sampai pelacur tua dan gigolo pun ada. Jangan lagi bicara moral di depan kami, itu sebatas tema pidato keseharian kami. Juga jangan bicara kepentingan umum, itu hanya dalih saat door stop, kalimat normatif ketika di kejar wartawan.

Kami membayar iuran bulanan & tahunan. 50 sampai 500 jeti tergantung pewe, posisi weenak kami. Belum kegiatan temporer & situasional yang mengharuskan kami sebagai orang besar & mulia terpaksa turun gunung rogoh saku dengan jamuan entertaint ini itu. Mulai ganti oli, ganti bini, ganti apa aja yang bisa d ganti demi kepalsuan prestise. Berlomba niduri artis termasuk prestise. Jangan salahkan kami ngebut tanpa lihat spion murni kejar setoran ga peduli haluan kiri kanan serobot lahan. Kami punya hak imunitas, kebal hukum & kebal malu. Jangan berpikir untuk bubarkan kami. Timbunan duit bisa lakukan rekayasa apapun demi bertahan di nikmat kekuasaan. Status tersangka biasa kami beli dari para loyalis yang berhasil kami tipu dengan senyum, ucapan & tindakan semu. Mereka mayoritas orang lugu. Sebagian kecil saja yang tau topeng kami sebenarnya. Segelintir manusia buta yang sanggup bikin huru hara. Kami sedikit saja jumlahnya, kekuatan duit & media jadi bergema seakan power dasyat tiada tara, huuaahaahaahaa.. inilah wajah kami sesungguhnya!

Pak pres rep wit asem, hanya ada satu celah kelemahan kami d pertengahan tahun depan. Kosongkan bumbung senator! jangan banyak mengeluh. Rapatkan barisan mu!_Saat rakyat sudah pinter, ga lagi terpedaya tampilan santun namun penyamun. Orang pinter keblinger. Rakyat ga lagi grogi hadapi orang berdasi. Jadilah rakyat yang ga terbeli dengan recehan satus seringgit gadaikan negeri seperti selama ini. Cukup coblos wajah Jokowi. Ingat ini! Jauhkan diri dari gambar senator. Kami pasti ganti kerja ojek motor. Mau jadi gladiator otot sudah pada kendor.

Aaachk….balik lagi di kemiskinan asal yang buat baju kami kotor! Hilang sudah gelar senator, kyknya kami akan kerja cerdas sebagai broker agen tunggal ketjap tjap konci botol.

(Puncak penanggungan,16/02/18. Ketua besar pepei/persatuan paralonte indonesiane, haje marlonggu ndangkonangan sijancokjaran)

Post Author: Ki Banjar Asman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *