Argan dan Kacang Hijau

Sepulang sekolah, Argan dengan wajah penuh semangat berkata pada ibunya,”Bunda, tadi di kelas..uuuh..seru Bun!” Kata Argan sambil mengacungkan jempolnya.

Bunda Argan membalasnya dengan senyum dan raut wajah yang tak kalah semangatnya. Kata Bunda,”Benarkah? Memang ada apa di kelas, anak bunda yang pinter?”

“Selasa kemarin kan Bu Ifa suruh anak-anak bawa kacang ijo, kapas sama botol plastik. Nah tadi itu Bun, aku basahi kapasnya lalu kan aku taruh kacang hijaunya di atas kapas. Terus tadi aku lihat punyaku sudah setinggi ini, Bun!” seru Argan sambil memeragakan dengan jari-jarinya untuk menunjukkan kacang hijau yang sudah mulai tumbuh.

Bunda lalu bertanya,”Lalu Bu Ifa apa tadi memberitahu bagaimana kacang hijau bisa tumbuh di kapas basah?”

Argan menggelengkan kepala, jawabnya,”Enggak, Bun.”

“Lalu Argan juga gak tanya Bu Ifa?” Bunda bertanya lagi.

“He he he. Nggak,” Argan meringis malu.

“Nah sekarang Bunda beritahu. Argan dengar ya! Kacang hijau kan kulitnya keras tapi ia bisa hisap air dari pori-porinya,” jelas Bunda.

“Pori-pori itu apa Bunda?” sambil duduk mendekat Bunda, Argan bertanya.

“Pori-pori itu seperti lubang kecil. Kalau di kacang hijau, lubangnya sangat kecil jadi Argan gak bisa lihat,” kata Bunda.

“Lebih kecil mana dengan semut, Bun?”

“Lebih kecil anak Bunda!” jawab Bunda sembari mencubit gemas ujung hidung Argan.

“Lalu lanjutnya,”Lama-lama kulit kacang hijau yang keras itu menjadi lunak lalu terlepas. Nah kalau kulitnya lepas kan berarti isi atau daging kacang hijau (fentikula) mulai dapat menyerap makanan. Setelah itu barulah tumbuh akar, batang sampai akhirnya berbuah lagi.”

Bunda Argan tersenyum dan membelai Argan yang tertidur saat mendengarkannya berkata-kata.

Catatan :
Setiap istilah latin atau biologi atau ilmu-ilmu yang lain akan dimaknai sesuai tingkat pemahaman anak. Tidak ada maksud dan tujuan lain.

Kisah anak dan fabel di Negeri Dongeng Wit Asem didedikasikan untuk anak-anak Indonesia di bawah 10 tahun.

Diijinkan untuk menyalin dengan menyertakan sumber tulisan.

Untuk anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan