Pak Menkominfo, Tidak Adakah Cara Selain Blokir?

Beberapa hari terakhir ini beredar kabar viral yang masih belum jelas kebenarannya yaitu facebook akan diblokir, karena dianggap mencuri data orang Indonesia dan membantu penyebaran kebencian. Bahkan sebagian berita memberi tanggal 24 April 2018 sebagai tanggal pemblokirannya. Kalau pembaca masih bisa share artikel ini di facebook, berarti jelas kalau pemblokiran itu hoax belaka.

Sumber: Menkominfo-ancam-blokir-facebook-jika-ada-data-pengguna-disalahgunakan

Semenjak dahulu, ahli-ahli yang duduk di kementrian komunikasi dan informasi (kemkominfo) selalu menyuarakan solusi yang sama untuk setiap permasalahan, yaitu blokir saja websitenya habis perkara.

Sejak jaman, menteri “Internet Cepat Buat Apa”, banyak sekali situs-situs porno yang katanya diblokir, bahkan sampai situs seperti vimeo dan reddit hanya karena ada pengguna yg menyebar konten porno di sana. Padahal kedua situs itu hanya penyedia layanan, bukan konten, sama halnya pembuat pisau, pemakainya bisa pakai untuk memotong bahan makanan, kabel sampai leher manusia. Lalu kalau ada pisau yang digunakan untuk membunuh manusia, apakah seluruh pabrik pisau harus ditutup?

Dengan upaya pemblokiran tersebut, apakah pergerakan konten pornografi berhenti? Tidak. Malah tambah banyak pengaksesnya.

Sumber: Miris-indonesia-negara-dengan-pengakses-situs-porno-terbanyak-di-dunia-?

Alasannya ada beberapa. Pertama jumlah situs pornografi yang tidak diblokir lebih banyak daripada yang diblokir, lalu pertumbuhan kuantitas situs pornografi yang sangat cepat, belum lagi para pengguna internet sudah bisa melakukan bypass pemblokiran, atau moralnya memang sudah rusak sehingga yang dipikirkan hanyalah pornografi setiap saat setiap waktu. Kalau memang alasan terakhir yang ada, sebaiknya salahkan otak kotor pengguna internet daripada menyalahkan website yang beredar.

Tahun 2017, facebook dan google sempat diisukan untuk diblokir. Tahun ini bahkan Tumblr sempat diblokir, lucunya menterinya tidak tahu pekerjaan bawahannya. Tepok jidat deh. Lalu adakah solusi lain yang bisa ditawarkan selain blokir?

Sumber:Kaget-menkominfo-belum-tahu-tumblr-diblokir

Sedikit saran yang bisa ditawarkan adalah, mengapa tidak menggunakan mereka yang kita curigai bakalan membuka situs terlarang menjadi agen perubahannya? Ya pakai jasa anak-anak yang dianggap objek itu. Buat anak-anak yang merupakan pengguna internet aktif merasa terlibat dengan menggabungkan mereka ke dalam program impian penulis, yaitu Save Internet Squad (SIS) atau Banning Recognizer Organization (BRO). Nama programnya cukup kekinian bukan?

Lalu apa tugas mereka? Mereka yang bergabung di SIS akan membuat sebuah aplikasi, di mana kalau kita membuka situs-situs tertentu yang positif menurut Menkominfo, maka akan mendapatkan poin tertentu, sedangkan bila dia secara sengaja membuka situs porno, atau situs yang dilarang, maka akan diingatkan oleh sistem, namun bila dia tetap bersikeras masuk, pointnya akan berkurang drastis. Pada jumlah point tertentu, maka anak-anak ini bisa menukarkan point yang dikumpulkannya saat berselancar di Internet dengan tas sekolah baru, sepatu baru atau seragam sekolah baru. Anak-anak ini akan bersemangat untuk berinternet secara sehat, tentunya dengan regulasi yang mengatur jam-jam mereka boleh berinternet setiap minggunya.

Sedangkan tugas program yang BRO, misal ada akun-akun di media sosial yang menyebarkan hoax atau menghasut, dilaporkan, kalau terbukti sah dan meyakinkan akun tersebut penghasut, akun palsu atau penyebar hoax dan kebencian, anggota BRO akan dapat poin, poinnya nantinya bisa ditukarkan beasiswa untuk mereka kuliah. Nah program ini khan jadi bersinergi antara kemkominfo, kemendikbud dan ristekdikti. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak perlu lagi ancaman blokir. Untuk mencegah saling melapor maka perlu dibuat semacam regulasi pelaporan yang tepat dan tidak menyulitkan pelapor.

Penulis berpikir, daripada menghabiskan dana ratusan milyar untuk mesin blokir pornografi yang jelas-jelas tidak banyak gunanya, lebih baik untuk mendanai program SIS dan BRO yang melibatkan peran langsung anak bangsa.

Sumber: Mesin-sensor-porno-rp-211-miliar-kok-pakai-metode-kuno

Kira-kira apa pendapat kalian?

Mr. Lao

Tinggalkan Balasan