Pasangan Harmonis Pilpres 2019, Jkw – Sujiwo Tejo

Pasangan Harmonis Pilpres 2019, Jkw – Sudjiwo Tedjo

Republik Jancukers. Sudjiwo Tedjo, sosok seniman yang tidak pernah tergoda dengan gaya busuk dalam mencari makan. Beliau juga pasti menolak jika ajakan datang padanya untuk menukar amanah jabatan dengan sepiring dedak. Sikap seperti itu masih menjadi barang langka di republik ini. Gubernur Jambi merupakan contoh nyata. Ia rela menukar sumpah jabatan dengan segelas cukrik. Dan masih banyak lagi pejabat dan anggota dewan yang doyan nyosor dedak setiap saat.

Mantra sakti “janc*k” boleh jadi akan berkumandang setiap hari. Maksudnya begini, bila ada pejabat negara terbukti korupsi, maka Sujiwo Tejo selaku Wapres akan memimpin koor di Monas. Mungkin 100-500 orang berkumpul dengan satu kata “Janc*****k”.

“Yang keras!” perintah Wapres.

“JANC***K!” sahut peserta koor.

Apakah itu (koor Janc*k) mungkin terjadi? Tidak seorang pun dapat menjawab. Lha tulisan ini bukan kitab suci kok.

Sujiwo Tejo mempunyai konsep yang sejalan dengan nilai-nilai luhur. Ia berupaya menghindari kekerasan selama dialog masih terbuka. Bahkan ia juga mengedepankan kemanusiaam dibandingkan segala keyakinan yang buta. Satu contoh adalah gunakan tangan kekasih untuk mengusap air mata. Artinya dia telah mengajak rakyat Republik Janc*k untuk mengurangi sampah dari tisu. Seruan itu juga mengandung ajakan untuk mencintai alam karena tidak ada tisu berbahan plastik.

Sosok ini juga tidak akan berperan sebagai makelar pelindung bagi para pengusaha. Stabiltas pangan dan ketahanan energi dapat dipastikan akan terjaga. Ia tidak akan bermain gunting dalam celana dengan tampil seperti malaikat tapi menggoyang ranjang dari tempat lain.

Misal begini, X dukung impor garam dengan alasan stok nasional menipis. Lalu si B membantah dan berkata itu sama saja dengan bergantung pada pihak asing. Sementara X dan B adalah begundal si A yang akan menambaj pundi rupiah dalam kotak busuknya. Perumpaan lain adalah jika melibatkan kontrak dengan BUMN dalam penyediaan bahan baku. Contoh batubara bagi PLN, si A ini dapat saja menyuruh para penyuplai untuk menghentikan aliran batubara bagi PLN. Kalau sudah seperti itu, bukan A telah berkhianat pada kontrak dan membangkang Pancasila?

Permisalan diatas kan asu namanya toh? Ya hanya mantra Jancuk saja yang bisa beri hiburan. Dan buruknya itu jika A adalah pejabat yang berada di wilayah pemegang otoritas. Entah sebagai gubernur, wakil gubernur atau bisa juga wakil presiden atau bahkan presiden sendiri. Stempel Pengkhianat Negara dapat dicap pada jidat makelar kedaulatan seperti itu.

Sudah saatnya seorang Presiden Republik Jancuker maju sebagai pasangan Joko Widodo demi ketahanan humor, wayang, pangan serta energi. Diatas itu semua, Presiden Republik Jancukers akan dapat mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Demikianlah. Wasslam

 

 

Sumber gambar https://www.picmog.com/user/diseduh/3101206911/1405852809747793066_3101206911

Tinggalkan Balasan