Teroris ada Karena Himpitan Ekonomi dan Molornya RUU Teroris

Sangat sedikit para pelaku teroris yang mempunyai pendidikan tinggi dan berasal dari keluarga ekonomi menengah atas. Dengan kata lain, para bandar dan sindikat teroris berhasil memanfaatkan keadaan yang mereka jumpai di lapangan. Artinya disini adalah para bandar koplo alias musuh negara ini memberikan bahasan pengajian hanya seputar hubungan seks di surga. Mereka mengabaikan ayat-ayat dan hadits yang bertema sosial dan hubungan dengan sekitar.

Beberapa orang bertanya tentang akurasi intelijen.

BIN, Polri dan TNI sudah tentu telah mengetahui atau minimal kita harus yakin ketiga lembaga itu mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya serangan teroris. Akan tetapi, ketiga lembaga itu terkendala oleh tidak adanya aturan hukum yang mampu menopang tindak pencegahan. Sehingga yang terjadi adalah bila ada serangan, ketiga lembaga itu baru bergerak.

Bukan karena lembaga-lembaga itu yang bergerak lambat tetapi kelambatan pembahasan RUU Teroris itulah yang menjadi salah satu penyebab utama yang menghambat laju tiga lembaga negara tersebut.
 
 Apakah mereka yang berkewajiban membahas atau panitia RUU Teroris itu harus dicopot dari kedudukannya?

Silahkan jika mekanisme pencopotan itu telah diatur oleh konstitusi.

Mungkinkah ada konspirasi?

Kemungkinan itu akan selalu ada. Dan orang-orang yang menggemari teori konspirasi akan dapat dengan mudah menghubungkan setiap rangkaian peristiwa secara logis dan tertib waktu. Kecurigaan menjadi ada karena sasaran teror adalah tempat ibadah agama lain. Para bandar koplak sedang membangun imajinasi jika membenturkan umat beragama akan menghasilkan perpecahan, dan jika perpecahan itu terjadi maka para bandar akan kembali masuk dan kuasai negeri. Devide et impera. Sebuah imajinasi yang lebih mirip ejakulasi dini karena bangsa ini telah tumbuh semakin dewasa. Tidak ada lagi cebong dan kampret karena mereka paham jika lawan sebenarnya adalah penjajah dengan topeng baru. Kecuali sebagian orang yang bernalar picik yang akan berkelit dengan mengarahkan telunjuknya ke arah penguasa saat ini.

Mungkin saja. untuk masa mendatang, para pelaku akan mempunyai identitas agama yang berbeda dengan pelaku sangit sebelumnya. dengan sasaran tempat ibadah yang berbeda pula, dan jika itu terjadi maka jelaslah sudah apa yang menjadi tujuan mereka selama ini. Bukan khilafah yang akan berdiri tegak, karena khilafah hanya sebuah isu yang mampu dijual, Para bandar akan merayakan hari tumbangnya Pancasila dan NKRI melalui orang-orang yang sebenarnya tidak bodoh. Para pemburu kematian sangit ini adalah sekumpulan orang-orang yang tidak tahu apa yang mereka kerjakan, siapa yang menugaskan dan seterusnya. Menjadi tugas kita semua untuk tetap menebar semangat KOMPAKISME untuk melawan setiap upaya yang menyeret bangsa ini ke jurang kebinasaan. Kita harus tetap berada dalam koridor satu ideologi, satu bangsa, satu negara dan satu kapal besar.

 

Demikianlah. Wassalam

1 tanggapan pada “Teroris ada Karena Himpitan Ekonomi dan Molornya RUU Teroris”

  1. cocok iwak endok
    teloris = lawan kita bersama

    █۞███████]▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▃ ●
    ▂▄▅█████████▅▄▃▂…
    [███████████████████]
    ◥⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙◤

Tinggalkan Balasan