KCG – Pertempuran di Rawa-rawa 22

Dua serangan yang datang bersamaan sungguh di luar perhitungan Ki Pawagal, kecepatan tombak ternyata melebihinya yang kesulitan menghindar.

Pekik tertahan keluar dari mulutnya, Ki Pawagal pun roboh dengan luka di pundak yang cukup dalam menggores daging. Pada saat itu, ketika Ki Srengganan akan menutup perlawanan Ki Pawagal, sebuah bayangan berkelebat dari arah depan akan tetapi lebih cepat darinya dan tiba-tiba serangan demi serangan mengalir lebih cepat dari pandangan matanya. Tanpa mampu berbuat lebih banyak, akhirnya tumit Gajah Mada mendorong telak bagian dada Ki Srengganan dan membuatnya terpental jauh ke belakang.

Gajah Mada segera menghampirinya lalu,”Bertahanlah, Ki Srengganan.” Lalu ia mengeluarkan dua butir ramuan dari ikat pinggangnya.

Namun Ki Srengganan menggelengkan kepala,”Tidak usah, Ngger! Meskipun aku akan mati, tetapi aku sangat bangga jika ternyata Kahuripan dapat aku rebut tanpa darah, lalu kau mengambilnya dariku dengan cara yang sama. Dan aku bukanlah pengkhianat seperti yang kau dan mereka pikirkan.” Desah nafas terakhir terdengar dari kepala yang tergolek lemas di paha Gajah Mada. Gajah Mada tidak terlalu mengenal Ki Srengganan sebelumnya, akan tetapi kenyataan pahit telah terjadi. Ia meletakkan kepala yang terkulai lemas itu dengan berhati-hati, lalu bangkit berdiri melihat keadaan Ki Pawagal.

Demikianlah akhirnya keadaan di Kahuripan berangsur-angsur dapat dikuasai kembali oleh prajurit Majapahit.

*******

kelanjutan kisah Bondan dalam babak Ki Cendhala Geni dapat dibaca sampai tuntas di Ki Cendhala Geni Bab V – Pengejaran

Atau saya persilahkan Anda untuk membeli novel digital Bondan dalam babak Ki Cendhala Geni. Silahkan klik tautan ini.

 

Demikian yang dapat saya persembahkan untuk pemerhati sastra silat Nusantara. Saya mohon maaf karena sudah pasti keputusan ini menyebabkan perasaan tidak nyaman.

Selanjutnya, perkenankan saya untuk meneruskan kisah Bondan dalam babak Bara di Borobudur (sinopsis telah ditayangkan).

Sampai jumpa dalam babak selanjutnya.

Rahayu

Tinggalkan Balasan