Senator dan Calon Senator Wajib Baca!!

Selamat datang para senator anyar, semangat para veteran jadikan teladan, cermin sikap dan tindakan!

Politik!
Bagi kaum idealis yang tersisa sedikit, politik adalah kerja sosial. Seni mengelola kebencian (dan dendam), begitu petuah Gus Dur.

Tujuan berpolitik adalah meraih kekuasaan. Dengan kekuasaan di tangan bisa leluasa wujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Bagi sebagian org yg memanfaatkan politik sebagai panggung konser pribadi, politik adalah cara memilin, menjerat dan memperalat sesama demi ambisi pribadi, dan bermuara pada kelompok/golongan.

Sempit? Terserah yang memandang. Yang penting bagi yang bersangkutan itu kesenangan yang menyenangkan. Persetan dengan orang lain!

Cara berpolitik semacam ini sudah kita alami bersama di era Orba. Praktek KKN merajalela. Hasilnya adalah pembodohan masyarakat yang begitu aduhai, terstruktur, masif dan sistematis.

Pembangunan fokus di daerah itu itu saja, putaran duit, ekonomi, juga di pihak itu itu juga. Gelimang remah remah yang tumpah hanya dinikmati segolongan kaum oportunis dan para gundik, pelacur beragam makna. Para pelacur yang melacurkan sumpah jabatan dan seragam maupun para pelacur yang asyik masyuk dalam dekapan.

Banyak kisah di lembaran lama Nusantara kita, orang baik yang ga tau apa apa, berniat baik, namun terjebak di lingkungan yang ga baik, di moment ga baik, dipaksa keadaan jalani derita panjang. Ada yang dimatikan dengan mutasi alam, sangat banyak lagi yang sengaja dimatikan sumber penghidupan.

Ada ribuan orang yang alami ini. Jadi tumbal. Sejarah mencatat para tokoh Petisi 50, Wimanjaya, penulis buku Prima Dosa Suharto. Ratusan ribu, bahkan berjuta nama yang gelorakan perlawanan di era orba ini.

Berjalan ke belakang lagi ada kisah Omar Dani, Andi Azis, Zulkifli Lubis,…dst. Sangat banyak cermin.

Sebegitu kotorkah politik? Identik dengan darah haid…?!

Politik itu kotor dan kejam, makian banyak orang saat Ahok terjungkal dan tumbang. “Orang kuat bukan orang yang tidak pernah jatuh. Namun yang mampu bangkit!” begitu petuah Gus Dur.

Politik jadi ladang ibadah bagi seorang Gus Dur, bagi Jkw, bagi Ahok….dan beberapa nama lagi yang bisa dihitung dengan jari.

Detik ini, di tengah hiruk pikuk para politisi saling caci maki, rekayasa panjang berbelit selendang, maupun proxy war yang berkumandang, ada puluhan ribu fisik renta dan jiwa letih yang dulu berperang.

Para veteran!

Para veteran 45 berperang maju ke palagan murni panggilan hati. Bersenjata seadanya, tombak, keris, clurit, parang. Sementara pihak Walondo dengan modal peralatan perang canggih di era itu. Pistol, senapan mesin, granat, bahkan meriam.

Para veteran, leluhur bangsa indonesia berperang pertaruhkan jiwa raga demi tegaknya Sang Saka Merah Putih. Spontanitas panggilan ibu pertiwi. Bergerak serempak tanpa terpengaruh gaji ke tiga belas, tunjangan kinerja, amplop perjalanan dinas, kutipan uang jagoan neon, duit operasinol reses maupun feses.

Para veteran murni berjuang tanpa pamrih!

Kini,…
Segelintir anak bau kencur yang merasa berbuat lebih, menuntut sangat banyak ke ibu pertiwi! Mengatasnamakan rakyat demi syahwat. Mulut berasap pidato nasionalisme, seakan perjuangan tegak dan berdirinya NKRI hanya di pundaknya seorang diri. Hanya berperan secuil di era 98 tapi bergaya seperti empunya republik. Banyak orang yang berjasa lebih besar dari aktivis 98 dan mereka menjauh dari hiruk pikuk media. Mereka bergerak dalam senyap, menghantam dengan keheningan.

Para calon amggota dewan, mari jadikan  leluhur kita sebagai landasan berpikir dan berperasaan. Ada ratusan ribu makam tanpa nama demi tegaknya sang saka. Ada ratusan ribu orang cacat akibat pelor sekutu di masa lalu. Sayatan bayonet, pecahan mortir dan mesiu jadi kebanggaan tersendiri sekaligus pilu yang di tanggung dalam sunyi.

Saya kader Partai Nasional Demokrat yang maju dari Daerah Pemilihan 4 Jawa Timur, seperti Anda yang mengajukan diri sebagai anggota dewan, wajib memiliki kekuatan ideologi. Di dalam ideologi telah terbentuk kekuatan dahsyat untuk membawa bangsa dan negara ini pada tahap lebih tinggi. Anda dan saya adalah bagian kecil dari satu lingkaran besar, Indonesia.

Terlepas hasil akhir, mari kita bekerja sama melewati perjuangan panjang menggapai kejayaan Indonesia.

 

Berjayalah Indonesia !!!!

Sumber gambar :

Nasib Para Veteran RI

2 tanggapan pada “Senator dan Calon Senator Wajib Baca!!”

  1. bagi yg pipisnya blm lurus
    belajarlah kepada yg pipisnya sudah lurus
    biar pipismu gak muncrat kemana-mana
    siapa yg akan kena pipismu ?
    renungkan sendiri

Tinggalkan Balasan