Leburnya Panembahan Tanpa Bayangan

Setelah menimbang dan terbatasnya waktu untuk menulis kisah Panembahan Tanpa Bayangan, lantas terpikirlah untuk melebur kisah ini dengan Kitab Kiai Gringsing.

Dan pada hari ini, naskah Jatinom Obong mulai dicoret-coret. “Secepatnya ditayangkan” adalah harapan besar bagi kita semua, makhluk penghuni dunia persilatan yang tak lekang oleh jaman dan berfilosofi “semakin hari semakin lawas”.

Pada masa mendatang, Wit Asem inginย  memberi penghargaan meski berjumlah kecil pada setiap penulis yang berkenan menyumbang karya sastra. Dan hal itu telah dimulai dengan menayangkan puisi, fiksi mini dan prosa lainnya seperti cerita pendek atau cerita anak. Untuk sementara, Wit Asem masih berswasembada untuk menghidupi blog silat ini.

Demikian pemberitahuan singkat ini. Dan jangan lupa untuk selalu sentuh pariwara tayangan agar blog ini makin berkembang.

 

Rahayu

8 tanggapan pada “Leburnya Panembahan Tanpa Bayangan”

  1. Monggo dilanjut Ki..
    Iki toh jebule sing arep digabung-gabung crito tentang Kyai Gringsing..?
    Manteb Ki..๐Ÿ‘๐Ÿ‘Œ
    Ditunggu dg harapan dan doa, semoga inspirasinya mengalir rancak.. ๐Ÿ‘

Tinggalkan Balasan