Fiksi Mini : The Duty

Lelaki yang bernapas busuk itu tengah menindihku. Kulirik jam di dinding. Pukul 01.15 WIB.

“Cepatlah selesai,” batinku menahan muntah.

Sesaat kemudian dia tampak wajah yang puas dengan bulir-bulir peluh memenuhi dahinya. Dengan tersengal, katanya,“Kamu hebat, Nduk. Seperti biasanya.”

Kuambil sarung untuk menutupi badan telanjangku. “Uangnya. Aku mau setor ke bos,” ucapku sambil mengulurkan tangan.

Selembar uang merah berpindah ke tanganku. Lalu ia mendengkur.

Aku keluar dari kamar sempit itu, melangkah menuju ruang tamu.

Kuserahkan uang pada lelaki yang sedang menikmati rokok.

“Ini, Ayah. Bolehkah aku tidur? Pagi ini aku sekolah.”

 

 

Sumber gambar : https://m.merdeka.com/bandung/halo-bandung/prostitusi-online-apartemen-mewah-di-bandung-sudah-beroperasi-2-bulan-160302o.html

1 tanggapan pada “Fiksi Mini : The Duty”

  1. Kereen… Cerita pendek yang sangat pendek, akan tetapi mampu mentransformasi emosi penulis kepada pembacanya..

Tinggalkan Balasan