Fiksi Mini : Bantal Pembunuh

Ibu masih menangis. Aku tidak suka dan aku ingin menenangkannya. Kulingkarkan tangan mungilku pada pergelangannya. Ia melihatku. Aku tersenyum padanya. Tapi dibalasnya dengan pandang ketakutan

Ah, Ibu, aku tidak ingin kau abaikan.

Tentu ibu masih ingat sebelum jatuh pingsan kemarin. Saat mendapatiku menutup wajah adik yang baru sebulan dilahirkan dengan bantal.

Tinggalkan Balasan