Fiksi Mini : Kebun Jasad 2

Hidangan ditata apik dan bernuansa kalem. Empat lilin menyala. Sup merah kacang polong masih mengepul uap hangat.

Dini tampak cerah. Jemarinya tak berhenti mengusap janin yang turut menikmati makan malam.

“Terima kasih, Sayang!” kecup mesra sentuh kening Nono.

Beberapa waktu mereka luangkan. Nono cekatan menangani pekerjaan yang awalnya sangat canggung ia lakukan. Sebatang belati berlumur darah saat Nono melakukan goresan besar. Iblis tertawa renyah menyaksikan Nono tengah menuntaskan hasratnya.

Di bawah rintik gerimis, dua tiga atau lima lubang digalinya.

“Kau adalah mawar yang tak akan pernah berkembang,” geram lirih Nono ketika meletakkan daging belulang pada lubang-lubang yang telah menganga.¬†Merah bercampur air hujan lantas disiramkan olehnya. Kebun mawar pun kembali menelan korban yang tak pernah diharapkan.

Mencoba membuka ingatan tentang jumlah lubang yang ia gali. Mengingat letaknya, lalu,”Perempuan terkutuk! Kalian semua adalah mawar-mawar busuk!”

 

Editor :

Ki Banjar Asman

Ilustrasi :  https://nasionalis.id/hiburan/2016/04/13/7-pembunuh-paling-sadis-dalam-sejarah-film-horror-hollywood

 

Tinggalkan Balasan