Bara di Borobudur – Kao Sie Liong 6

Chow Ong Oey meleletkan lidah menyaksikan kecepatan Zhe Ro Phan yang ternyata setingkat berada di atas dirinya. Ia beberapa langkah mundur ke belakang. Akan tetapi pergerakannya kurang dapat menyamai kecepatan Zhe Ro Phan. Sebuah tebasan mendatar golok perwira Zhe menembus kain dan membuat luka pada lambungnya meskipun hanya goresan tipis. Ketika ujung goloknya nyaris meninggalkan sentuhan pada kulit Chow Ong Oey, tiba-tiba Zhe Ro Phan memutar goloknya. Sehingga ujung goloknya yang melengkung itu sedikit masuk lebih ke dalam dan hampir saja membuat kulit yang sudah terbuka itu semakin menganga lebar.

Chow Ong Oey dengan cekatan melayangkan tendangan ke pangkal siku perwira Zhe sehingga mau tidak mau Zhe Ro Phan harus menghindari tendangan itu agar lengannya tidak menjadi patah.

Para pengawal gedung yang telah selesai dengan lawannya masing-masing menjadi terbelalak dan juga kagum. Mereka tidak menyangka jika perwira Zhe ternyata mampu mengimbangi kelihaian Chow Ong Oey dalam pertandingan hidup mati itu. Bagaimanapun juga Chow Ong Oey ingin segera memasuki dan menguasai gedung perpustakaan, akan tetapi kehadiran perwira Zhe telah memaksanya untuk mengubah rencana.

Tubuhnya merunduk dengan satu kuda-kuda yang kokoh. Matanya menatap tajam Zhe Ro Phan seakan api yang membakar jantung perwira Zhe. Tubuhnya tergetar hebat dan kekuatan yang besar terpancar darinya. Bibirnya bergetar dan mulai mengeluarkan siulan seperti seruling. Tahulah perwira Zhe bahwa lawannya tengah mengerahkan tenaga dalamnya yang dapat membunuh setiap orang yang berada di dekatnya. Segera ia memberi perintah kepada para pengawal gedung untuk segera menjauhi tempat perkelahian antara dirinya dengan Chow Ong Oey.

“Mundurlah! Segera menjauh!” perintah perwira Zhe dengan suara menggelegar yang juga ia tujukan kepada Chow Ong Oey agar terganggu perhatiannya.

Akan tetapi siulan itu semakin lama semakin keras dan bernada tinggi. Suaranya menusuk gendang telinga, beberapa pengawal gedung berguling-guling sambil menutup telinga. Siulan yang diiringi dengan tenaga inti yang amat hebat ini dapat mempengaruhi dada dan kepala mereka. Jantung dan isi kepala seakan diremas-remas. Perwira Zhe harus mengerahkan tenaga dalamnya untuk melawan pengaruh getaran yang ditimbulkan oleh suara ketawa itu. Urat syaraf perwira muda Zhe tampak menjalar di bawah kulitnya. Ia benar-benar berjuang keras melawan pengaruh lengkingan tinggi Chow Ong Oey.

Dari arah timur gedung, dari kegelapan, terdengar gempita teriakan orang-orang yang tiba-tiba datang menyerbu pasukan pengawal gedung. Perkembangan itu memaksa pengawal yang berada pada lapis ketiga segera membunyikan terompet bahaya untuk menarik perhatian pasukan berkuda. Pasukan berkuda ini sengaja disiapkan oleh Kao SIe Liong untuk berjaga-jaga bila ada kemungkinan yang tidak berada dalam perhitungannya. Mereka bersiap siaga belasan tombak dari pos pasukan lapisan pertama. Nyatalah kini persiapan Kao Sie Liong benar-benar dalam ujian sangat berat. Segera saja kedatangan gerombolan yang menentang pemerintah disambut dengan hantaman pasukan berkuda dari samping sebelah kanan.

Toa Sien Ting yang sempat mengamati keadaan Chow Ong Oey segera menyadari bahaya akan datang melanda dirinya serta kelompok yang ia pimpin dalam penyerbuan gedung perpustakaan. Pengalaman yang luas serta hubungan dekat dengan beberapa perguruan silat lainnya membuatnya sedikit tenang mengatasi kesulitan. Menyaksikan kedatangan pasukan berkuda yang seperti tidak dapat ditahan oleh kelompoknya, ia kemudian menjadi ragu-ragu dengan keberhasilan mereka merebut gedung perpustakaan. Ia menarik nafas panjang kemudian bersuit nyaring.

Sekelompok orang datang kepadanya dan menyerbu Kao Sie Liong dalam barisan yang tidak teratur. Keadaan yang kacau itu segera dimanfaatkan oleh Toa Sien Ting untuk menghilang dalam kegelapan. Kao Sie Liong sebenarnya tidak ingin membiarkan orang itu dapat meloloskan diri. Akan tetapi ia mempunyai pemikiran lain, Kao Sie Liong mengkhawatirkan usaha Toa Sien Ting melarikan diri itu merupakan satu jebakan agar dirinya meninggalkan gedung perpustakaan.

Tinggalkan Balasan