Liris : Keranda Cinta Bersama Rengganis

Biasa dipanggil sebagai Rengganis. Dari lembah Bengawan Solo turut hadir.

========

Ia mengatakan, “Cinta yang terpatri pada batu candi, akan tergerus oleh hujan.

Dan cinta yang dipahat pada setiap jengkal bagian langit, tak akan runtuh oleh air hujan.”

Para pengembara menulis cinta pada lembar dedaunan dengan tinta yang merintih. Mereka mengatakan bahwa waktu tak cukup tangguh menahan laju cinta yang layu. Mereka tertawa dalam semesta yang diabaikan oleh cinta.

Ia mengatakan, “Cinta memiliki ruangnya sendiri. Abadi. Seperti adamu untukku.
Tak tergerus masa. Memberi nyawa pada tiap hembusan napasku.”

Aku sang perawan. Tertawan cinta. Kupahat cinta pada palung hati. Kuukir rindu di tiap aksara. Serupa pujangga yang mencinta.

“Kau dan aku hanya sebuah kisah. Jangan menunggu. Biarkan abadi dalam semesta cinta.”

Aku bergeming. Tetap menunggu walau telah tahu. Ia hanya singgah. Serupa pengembara. Ditulisnya kisah cinta pada selembar daun, membiarkannya layu, dan mengering.

Tinggalkan Balasan