Liris : Lagu Cadas Ken Arok

Mereka berkata buruk tentang diriku. Orang yang dikenang sebagai pembunuh dan menggasak istri orang. Mereka mengucapkan sesuatu tentangku dan Mpu Gandring.

Mereka tidak mengenal Tunggul Ametung. Sedikit yang membencinya, termasuk aku. Karena dia, aku lebih berani pada Kertajaya.

Meski mereka telah beranak pinak. Seperti lembu yang berkembang biak, tetapi aku adalah batu yang tak tergerus waktu. Namaku abadi seperti keabadian udara yang mereka lalui tiap hari.

Aku, Ken Arok.
Orang yang mereka sebut sebagai penyamun. Dan mereka selalu salah menyebut namaku. Kesalahan yang selalu berputar karena mereka hidup sebagai debu yang menempel pada roda pedati.

Salam dariku untuk mereka.
Rajasa San Amurwabhumi, ayah dari Mahisa Wongateleng.

Tinggalkan Balasan