Liris : Hadiah

Karya berikut adalah keroyokan.

Kolaborasi embuh! Sebuah tulisan yang awalnya hanya 20 kata untuk setiap orang. Beberapa turut menyambut tantangan menulis sebuah liris dengan syarat jumlah kata : tidak melebihi 20 kata.

 

HADIAH

Seorang lelaki muda sedang jatuh cinta. Dipetiknya setangkai mawar merah jambu. “Ini hadiah untukmu!” tangannya bergetar kala bibirnya menyebut namaku.
Aku membiarkannya merabaku dengan penuh nafsu. Sigap tangannya menjentik, mencabik, memetik dawaiku. Kami menyatu. Aku membalasnya dengan suara yang merdu. Aku terpilih, berdegup tumbuh dalam rahimnya. “Kau adalah hadiah terindah di hari jadi kami.” Ia merabaku lembut. Rona bahagia membuncah!

Senyumku pagi ini, adalah hadiah terindah untukmu. Aku bahagia melihat wajah semringahmu. Sangat lega bersanding dengan rayuan yang sering kau dengar. Tutur katamu lembut mengalahkan sutera. Menawan dengan deretan gigi tersusun rapi. Membuat sejuk mata memandang. Sediki gincu merekah di bibir, menambah pesona cantikmu.

Pada malam itu di sebuah toko boneka.
“Aku mau yang ini, Bu,” kata Mey. Ia meraihku dan aku senang! Dia memilihku sebagai hadiah. Aku senang! Cendera mata cantik persembahan dari cah kae. Aku, hadiah untuk penyemangat!Penghias dada, Kepak Sayap Angsa.

Sebenarnya aku selalu menemani mereka. Menyertai tiap desah napas. Aku waktu, hadiah terindah Wimala untuk Olla. Melihat tawa mereka. Aku bahagia!

Hahaha..jika mengingat kejadian lucu yang melibatkan mereka berdua, aku merasa seisi dunia adalah aku.

Hingga suatu ketika masa sekolah tiba.
Aku tersenyum kala tubuhku dibelai. Mata Dhian berbinar menatapku. “Panjang, besar, dan pasti kuat!” jeritnya. Aku pentung pilihan. Beberapa orang menggunakanku sebagai alat bantu keamanan.

Di sisi yang lain aku menunggu. Karena janjimu tentang sebuah hadiah! Aku menunggunya darimu.

“Wapri! Maka hadiah untukmu,” katamu. Aku menunggu. waktu terus berganti, aku menanti. Tiba-tiba aku mendengar, “Dyna semangat!”. Aku mengenali suara itu. Aku berada di dalam ucapan Dahlina sebagai hadiah penghibur saat Dyna ingin kabur bersama aksara.

Sekarang, kemarilah! Ini saat untuk membuka jati diriku.

Aku bahagia ketika kau terima. Aku sedih kala kau biarkan menjadi kenangan yang terlupakan.

Aku sebuah tanda kasih dan sayang. Menerobos waktu mencipta kebahagiaan. Aku adalah ungkapan ketulusan.

Hadirku dinanti banyak orang. Saat aku tak ada, engkau murung. Suatu hari, aku hanya mampu engkau lihat. Pada saat itu aku menjadi hadiah perlombaan.

Aku adalah hadiah, menghapus kecewa, memberi tawa. Tetapi kamu harus tahu jika aku tak selalu berupa benda mewah, kadang aku hanya berupa untaian kata indah.

“Ini hadiah untukmu!”

6 tanggapan pada “Liris : Hadiah”

  1. Tak disangka..potongan potongan kata dari orang orang berbeda bisa dirangkai begitu ya. Jadi unik!

Tinggalkan Balasan