Liris : Dirgahayu RI! Aku adalah Butha Cakil

Butha (Buto  Cakil atau yang sebenarnya punya nama Gendir Panjalin memiliki bentuk rupa yang buruk. Tetapi keburukan itu tidak dapat diartikan bahwa wataknya juga buruk.

Biarlah ia, Butha Cakil, bertutur melalui tulisan ini.

Seumur hidup adalah dendam pada seorang lelaki yang jahat, itu menurutku. Lelaki yang tidak mau mengakui keberadaanku. Sakit hati? Itu pasti.

Bagaimana apabila seorang anak tidak diakui sebagai keluarga oleh ayahnya? Kepedihan adalah perasaan yang menjadi penyebab darah mengalir lancar dalam tubuhku. Lara menjadi napasku.

Penuh kesadaran aku menjalani seluruh usiaku untuk mengintai sebuah dinding emas yang bernama kemerdekaan. Kemerdekaan selalu melahirkan rasa suka dan tidak suka. Sama halnya dengan Arjuna, ia adalah ayahku yang menolak sebuah kebenaran. Ia tidak suka denganku. Ia tidak setuju dengan kelahiranku tetapi aku tetap dilabirkan oleh ibuku.

Apakah itu berarti kemerdekaan dan Arjuna adalah sesuatu yang sama? Persis?

Arjuna adalah sebuah gerbang kebebasan. Dan aku adalah sebuah jalan. Aku bukan pengacau karena aku mempunyai pendapat yang berbeda dengan banyak orang.

Aku adalah buah dari kegagalan Arjuna mengendalikan dirinya. Kemerdekaan, baik bagi seseorang atau sebuah lembaga, akan membawa dampak buruk jika ia tidak berdaya melawan kuasa gelap yang bersemayam dalam hatinya.

Senjata yang rapi melekat di balik pinggangku dapat memasuki lambung kebebebasan. Bagaimana itu dapat terjadi? Jika kebebasan, yang dinamai juga kemerdekaan, mengabaikan kehadiranku.

Aku tidak mempunyai rasa lelah. Kebosanan merupakan teman baikku. Tanpa kesadaran, entah sengaja atau tidak mau tahu, aku telah dijadikan oleh banyak orang sebagai bagian dari kaum yang terlantar. Tetapi aku bukan orang kalah yang terhina atau pantas dihina.

Namaku Gendir Penjalin. Kamu sebut aku sebagai Butha Cakil.

Aku dihadirkan kembali sebagai hadiah. Sebagai peringatan agar kemerdekaan Indonesia tidak lalai denganku.

 

Rahayu🙏

2 tanggapan pada “Liris : Dirgahayu RI! Aku adalah Butha Cakil”

Tinggalkan Balasan