Fiksi Mini : Bantal Dedek

Ibu masih menangis. Aku tidak suka dan aku ingin menenangkannya. Kulingkarkan tangan mungilku pada pergelangannya. Ia melihatku. Aku tersenyum padanya. Tapi dibalasnya dengan pandang...

Fiksi Mini : The Duty

Lelaki yang bernapas busuk itu tengah menindihku. Kulirik jam di dinding. Pukul 01.15 WIB. “Cepatlah selesai,” batinku menahan muntah. Sesaat kemudian dia tampak wajah...

Fiksi : Terbakar Otak

"Aku hamil, mas. Tolong segera nikahi aku", pintaku sambil menangis. Wido tercekat, dalam hatinya berkata, "Kiamat ini, bagaimana aku menjelaskan pada William kekasihku." -tamat-...

Puisi : Senoktah Hitam

Menulis kata selembar putih Menata lisan ayat-ayat perih Namun tangan tertahan pedih Seakan jiwa berat dipenuhi pekasih Duhai cinta yang suci Ketika semuanya telah...

Puisi : Pagi Ini

Embun enggan menyapa pagi Pun kokok ayam tak sambut mentari Sirep memuja sepi Sunyi Aku berdiam di sudut ruang Merasai senyap Merasai rindu yang...