Bara di Borobudur 25.2 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

“Mungkin saja anak ini masih menyimpan bekal yang tidak dapat aku duga,” Ra Jumantara berguman dalam hatinya. Pada saat itu lingkaran pertempuran yang lain telah usai. Kini semua mata memandang perang tanding yang terjadi antara Bondan dengan Ra Jumantara. Ki Rangga Ken Banawa diliputi kecemasan karena sejauh ini Bondan belum memperlihatkan kedudukan yang melegakan hatinya. […]

Bara di Borobudur 25.1 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

“Sebaliknyalah yang akan terjadi, Ki Sanak! Sesaat lagi kau akan berlutut dan menangis di depanku untuk sebuah ampunan,” getar amarah mengalun dari suara Bondan yang raut wajahnya kini menjadi tegang dan sorot matanya membara seoalah akan membakar apapun yang dilihatnya. “Anak muda! Kau tidak tahu arti belas kasihan!” demikian Ra Jumantara mengatupkan bibirnya, secepat kilat […]

Bara di Borobudur 24.2 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

Ra Jumantara merendahkan tubuhnya, seluruh jemari tangannya tertekuk melingkar seperti cakar harimau. Sangat cepat ia melesat menerkam Bondan dengan kedua tangan terbentang mengembang. Sekejap kemudian keduanya terlarut dalam perkelahian yang dapat menjadikan gentar hati orang. Dengan tangan kosong, mereka berdua sering lenyap dalam kegelapan karena begitu cepatnya gerakan-gerakan yang mereka lakukan. Ra Jumantara mengakui dalam […]

Bara di Borobudur 24.1 -Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

Ki Arumbaya yang terus meluncur mengira lawannya akan mengadu tenaga dengannya, untuk itulah ia kemudian menggandakan tenaganya. Ki Rangga terdorong mundur setapak akan tetapi ia masih belum bergeser dari tempatnya. Tiba-tiba ujung pedang Ken Banawa tergetar, ia telah mencapai puncak pengerahan tenaga intinya. Dorongan angin panas Ki Arumbaya semakin menyesakkan dada dan pernafasannya, sementara udara […]