Bara di Borobudur 24.2 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

Ra Jumantara merendahkan tubuhnya, seluruh jemari tangannya tertekuk melingkar seperti cakar harimau. Sangat cepat ia melesat menerkam Bondan dengan kedua tangan terbentang mengembang. Sekejap kemudian keduanya terlarut dalam perkelahian yang dapat menjadikan gentar hati orang. Dengan tangan kosong, mereka berdua sering lenyap dalam kegelapan karena begitu cepatnya gerakan-gerakan yang mereka lakukan. Ra Jumantara mengakui dalam […]

Bara di Borobudur 24.1 -Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

Ki Arumbaya yang terus meluncur mengira lawannya akan mengadu tenaga dengannya, untuk itulah ia kemudian menggandakan tenaganya. Ki Rangga terdorong mundur setapak akan tetapi ia masih belum bergeser dari tempatnya. Tiba-tiba ujung pedang Ken Banawa tergetar, ia telah mencapai puncak pengerahan tenaga intinya. Dorongan angin panas Ki Arumbaya semakin menyesakkan dada dan pernafasannya, sementara udara […]

Bara di Borobudur 23 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

“Ki Sanak, mengapa kau tidak segera membunuh dirimu sendiri? Aku sebenarnya tidak ingin mengotori tanganku dengan darah orang tua sepertimu. Akan tetapi apabila kau lanjutkan perkelahian ini, aku minta kau tidak marah jika aku keliru meletakkan ujung pedangku,” kata orang yang mempunyai tubuh tinggi besar dan berjenggot tebal itu. “Sudahlah, Ki Arumbaya! Segera habisi orang […]

Bara di Borobudur 22 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

Kuntala sepenuhnya menyadari jika ia dan kelompoknya akan segera menerima gelombang serangan yang sangat hebat. Untuk itulah ia menggeser satu kakinya ke belakang, lalu menerjang Ki Rangga Ken Banawa dan seolah tidak merasakan perih yang mendera lambungnya. Tombak pendek Kuntala terjulur dengan getaran yang hebat. Mata tombaknya seolah berubah menjadi puluhan kepala ular yang siap […]

Bara di Borobudur 21

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ki Hanggapati memapas serangan Nyi Kirana yang melakukan loncatan panjang menerkam dirinya. Dalam waktu itu, keadaan keduanya seakan-akan tidak terbatas. Serangan Nyi Kirana yang gencar mulai menempatkan Ki Hanggapati dalam keadaan sulit sehingga ia seringkali terdesak surut. Ki Hanggapati sendiri mulai dapat mengukur tataran lawannya, perlahan ia mulai menghentakkan tenaga […]