KCG – Pertempuran di Rawa-rawa Ujung Galuh 16

Sedikit demi sedikit, satu demi satu anak buah Laksa Jaya mengalami luka-luka dan tak jarang terdengar pekik kesakitan. Jeritan pengiring Laksa Jaya seolah memberitahu Patraman yang sedang bertarung dahsyat dengan Gumilang Prakoso. Patraman yang mengetahui bahwa beberapa diantara laskar yang dikerahkan Laksa Jaya adalah pengawal setianya maka kini dia serasa tersayat-sayat ulu hatinya ketika mendengar […]

KCG – Pertempuran di Rawa-rawa Ujung Galuh 15

“Ini adalah urusanku, Ki Cendhala Geni. Kematian yang menimpaku akan datang kapan saja dan itu tak perlu menunggu hari ini saat engkau akan merasakan perihnya ujung kainku. Sebaiknyalah engkau meminta maaf kepadaku karena kecurangan yang pernah kau lakukan padaku,” Bondan menggeram dan tangannya tergetar hebat ketika mengucapkan kata-kata itu. “Engkau bermimpi telah duduk di puncak  […]

Ki Cendhala Geni 14

Semasa Laksa Jaya beringsut mendekati Arum Sari, Bondan yang terlibat perkelahian seru dengan Ubandhana menangkap gerak dari ujung matanya. Dibawah ancaman ujung tombak Ubandhana yang seperti memiliki mata, Bondan menjulurkan udengnya ke pergelangan tangan Ubandhana yang memegang tombak. Ubandhana menyadari meskipun bukan serangan yang berujung kematian namun tangannya bisa saja patah karena sentakan bertenaga dari […]

Ki Cendhala Geni 13 – Penyelamatan Arum Sari

Dan ada perbedaan yang mendasari pertarungan kedua pemuda yang keras hati ini. Patraman merasa harus mampu memenangkan perang tanding ini karena dia tak akan mau dirinya digantung di hadapan banyak orang. Sedangkan mati masih belum menjadi pilihan bagi Patraman. Karena baginya, Arum Sari merupakan pijakan awal untuk meraih kedudukan lebih tinggi bahkan jika mungkin adalah […]

Ki Cendhala Geni 12 – Menyelamatkan Arum Sari

Beberapa pekan sebelum kedatangan Bhre Kahuripan di kotaraja, seorang lelaki yang memakai pakaian kebesaran seorang prajurit memasuki halaman keraton Sri Jayanegara. Ia didampingi tiga orang yang juga mengenakan pakaian prajurit. “Ki Nagapati,” seorang penjaga regol halaman menyapa. Ki Nagapati membalasnya dengan anggukkan kepala. Raut wajah dengan garis-garis tegas yang terukir pada kulitnya menyebar kegagahan yang […]