Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 12

Ki Gede segera berdiri menyambut kedatangan Ki Rangga Agung Sedayu. Percakapan akrab pun mulai menghangatkan suasana. Ki Bagaswara menyempatkan diri secara khusus menanyakan keadaan Ki Rangga Agung Sedayu dan keluarganya. Sementara Ki Waskita dapat merasakan ketulusan Ki Bagaswara yang masih menyimpan sebuah keinginan untuk berbicara sendiri dengan Agung Sedayu. Sebenarnyalah bahwa situasi yang semakin panas […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 11

Ki Lurah Kertawirya memasuki halaman barak pasukan khusus yang cukup luas. Dengan langkah lebar dan cepat ia menuju bilik tempat Ki Rangga Agung Sedayu sedang menunggu dirinya.  Agung Sedayu mempersilahkan Ki Kertawirya untuk memasuki ruangan dan duduk di tempat seperti biasanya. “Apakah ki lurah mengalami kesulitan di tanah perdikan?” bertanya Ki Agung Sedayu beberapa saat […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 10

  Petugas sandi itu lantas memanggutkan kepala, lalu katanya,”aku akan mengantarmu ke rumah Ki Prastawa, ki sanak. Setiap orang di Tanah Perdikan Menoreh sudah barang tentu mengetahui rumah yang ki sanak maksudkan.” “Terima kasih anak muda. Silahkan kau lanjutkan dulu menghilangkan dahaga itu,” kata Ki Kertawirya tersenyum ramah. Sejenak kemudian, Ki Kertawirya sudah disertai oleh […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 9

Pertemuan itu ditutup dengan beberapa pesan dari Ki Rangga Agung Sedayu kepada kedua lurah prajurit pilihannya. Kedua orang itu segera keluar dari bilik Ki Rangga Agung Sedayu. Kemudian bergegas menemui Ki Lurah Sanggabaya yang agaknya sedang melakukan penilaian terhadap latihan gelar yang dilaksanakan sejak pagi. Ki Lurah Kertawirya segera menggantikan tugas Ki Lurah Sanggabaya yang […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 8

Sebenarnyalah Sekar Mirah telah mengetahui kehadiran orang-orang yang tidak dikenalnya telah mengamati lingkungan rumahnya. Namun ia tidak segera memberitahukan pengamatannya itu kepada Agung Sedayu yang sedang berjuang keras menempa diri untuk merambah lapis baru ilmu dari kitab Ki Waskita. Pada suatu malam ketika Agung Sedayu masih berada di dalam sanggar, Sekar Mirah menyatakan kegelisahannya kepada […]