http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 3

Sejenak kemudian Ki Winatra terdiam. Lurus ia memandang Ki Jagabaya dengan tatapan mata penuh arti. Seakan mengerti keinginan kawan baiknya itu, Ki Jagabaya kemudian berkata,” Ki Bekel, aku dan Ki Winatra akan segera memulai pekerjaan. Dan beberapa pengawal akan berada di bawah tuntunan Ki Winatra untuk sekedar meningkatkan kemampuan secara pribadi. Sementara aku akan melatih […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 2

Matanya menatap Mayang Sari yang sedang membereskan peralatan yang baru saja mereka gunakan. Sejenak Ki Sekar Layang kembali ke masa ketika Mayang Sari masih kecil. Canda riang dan tangisnya seakan terngiang di kedua telinganya. Wajah Ki Sekar Layang menggurat kelam saat ia menyadari sebuah tugas yang sebenarnya ingin ia lepaskan. Namun karena satu dorongan besar […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 1

Sejenak kemudian mereka telah duduk melingkar di atas segelar tikar pandan berwarna coklat. Ki Tanu Dirga memandang kedua orang didepannya bergantian. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu ia membuka bibirnya,” aku kira sudah saatnya kita untuk memulai gerakan ini dari rencana permulaan. Ki Sekar Layang dan Angger Mayang Sari harus berada di Padepokan Tegalrandu dalam waktu […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

Panembahan Tanpa Bayangan 15

Ki Winatra bergegas melangkah menuju rumah Ki Bekel, ia mendapati Sarjiwa berada di dalam gardu bersama tiga  pengawal pedukuhan. “Aku akan mengambil istirahat dulu,” kata Ki Winatra pada mereka. “Silahkan, kiai,” serempak mereka yang berada di gardu menjawab. Ki Winatra meninggalkan mereka. Sementara itu, Sarjiwa berjalan keluar di tepi jalan. Terlihat olehnya dua orang berkuda […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

Panembahan Tanpa Bayangan 14

Ki Winatra yang mendengar jelas percakapan Kang Kliwon dengan kedua kawannya akhirnya memutuskan keluar dari persembunyian jika Ki Jagabaya telah berada di tempat itu. Didekatinya Sarjiwa beberapa langkah di depannya, lalu ia berkata,”Kita keluar  setelah Ki Jagabaya berada di sini.” “Baik Ayah,” jawab pelan Sarjiwa. Sementara Kang Kliwon berkeliling memeriksa lingkungan, Ki Jagabaya berlari kecil […]