PTB – Merebut Mataram 9

Ketika ia merasa sudah tidak ada lagi obrolan pengikut Raden Atmandaru yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan, Sayoga memutuskan untuk pergi ke tempat yang telah...

PTB – Merebut Mataram 8

Tiga orang itu kemudian berhenti di dekat gerumbul pohon pisang yang tumbuh di dekat pematang. Seorang diantaranya kemudian melihat ke tanah tinggi yang diatasnya...

PTB – Merebut Mataram 7

Sayoga dan Nyi Wijil setapak demi setapak semakin jauh meninggalkan regol pedukuhan dan kemudian mereka mengambil jalur yang berbeda dengan jalan utama. Nyi Wijil...

PTB – Merebut Mataram 6

Ki Patih mengalihkan sejenak pandangannya keluar kedai. Tampak olehnya beberapa lelaki bertubuh tegap dan kekar sedang mendorong sebuah pedati yang terlihat membawa beban cukup...

PTB – Merebut Mataram 5

Rananta berhenti sekitar belasan tombak dari regol pedukuhan. Ia melihat dua tiga orang sedang duduk di gardu jaga. Sementara yang lain nampak berdiri menghadap...

PTB – Merebut Mataram 4

Pada saat Pedukuhan Dawang menghentak dengan semangat untuk mempertahankan tanahnya, di sebuah padepokan yang terletak di sebelah utara kotaraja, Ki Basanta Alit sedang berbicara...

PTB – Merebut Mataram 3

Sejenak kemudian Ki Wijil terdiam. Lurus ia memandang Ki Jagabaya dengan tatapan mata penuh arti. Seakan mengerti keinginan kawan baiknya itu, Ki Jagabaya kemudian...

PTB – Merebut Mataram 2

Matanya menatap Mangesthi yang sedang membereskan peralatan yang baru saja mereka gunakan. Sejenak Ki Sekar Tawang kembali ke masa ketika Mangesthi masih kecil. Canda...

PTB – Merebut Mataram 1

Sejenak kemudian mereka telah duduk melingkar di atas segelar tikar pandan berwarna coklat. Ki Tanu Dirga memandang kedua orang didepannya bergantian. Ia menarik nafas...