Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 1

Glagah Putih merayap mendekati gardu jaga, begitu pula Ki Ajar Gurawa. Kemampuan mereka menyerap bunyi telah cukup tinggi sehingga tidak ada suara yang terdengar para penjaga. Ki Ajar Gurawa menggamit Glagah Putih dan memberi isyarat untuk pergi meninggalkan gardu jaga. Keduanya surut perlahan lalu bangkit dan berjalan menuju dinding utara. Mereka meloncat dan segera bertelungkup […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 15

Sementara itu beberapa ratus tombak di sebelah barat alun-alun, kedua petugas sandi yang baru datang dari Mataram telah melakukan pengamatan di lingkungan mereka. Mereka menyewa rumah itu dari seorang penduduk selama beberapa bulan. Keduanya mengaku berasal dari Pegunungan Sewu dan sedang menjajagi kemungkinan untuk berdagang di Panaraga. Sejenak kemudian, Madyasta datang memasuki regol halaman dan […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 13

Keesokan harinya di pendapa, Swandaru mengerutkan kening mendengar nama Ki Kawuk Blambangan disebut oleh petugas ronda. Ia mencoba mengingat mungkin pernah bertemu atau akan mengenali orang itu. “Aku kira aku belum pernah mengenal nama itu. Ia orang yang pernah aku kenal lalu menggunakan sebutan lain, tetapi mungkin juga ia belum pernah aku temui,” kata Swandaru. […]

Lanjutan Api Di Bukit Menoreh 397 – 9

“Sudahlah, mari kita coba pejamkan mata,” kata lelaki tua itu. Dalam pada itu, Madyasta telah bertemu Rara Wulan dan berbicara serba sedikit tentang rencana Glagah Putih. Sesekali Rara Wulan mengerutkan kening mendengar penjelasan rencana Glagah Putih yang disampaikan Madyasta. Demikianlah akhirnya Rara Wulan berkata,” baiklah ki, lebih baik kita bergegas sekarang. Aku seperti merasakan bahwa […]

Lanjutan Api Di Bukit Menoreh 397 – 8

“Nah, akhirnyalah kedua orang ini sudah mengakui jika mereka ternyata orang-orang suruhan dari Mataram! Marilah, kita tangkap keduanya lalu segalanya terserah Pangeran Ranapati!” teriak orang yang berambut ubanan itu kepada para pengikut Pangeran Ranapati yang berada di sekelilingnya. Meski demikian, tidak ada satu orang yang beringsut dari tempatnya. Agaknya orang-orang ini diam-diam menyetujui ucapan Glagah […]