KKG – Jati Anom Obong 22

Ki Prayoga tak lagi dapat menekan Agung Sedayu melalui sorot matanya. Ia telah berada di puncak kekuatannya. Maka ia kemudian bergerak. Berloncatan tidak terarah...

Liris : Wanita Itu!

Seorang wanita bersandar pada sebuah pohon di tepi hutan, sebatang ranting melantun sajak. "Angin semilir melewati setiap celah dedaunan. Ia tidak pernah berhenti bergerak....

Liris : Sri Maharaja Airlangga

Kematian bukan satu perpisahan yang aku takutkan. Aku tidak melihatnya sebagai pemisah kehidupan. Itu adalah pemikiran dari orang-orang yang menyerangku di pelaminan. Benar, aku...

Liris : TUKANG LOTEK

Mentari semakin menghangat. Pertigaan tempat para lelaki berkumpul untuk makan siang masih sepi. Bahkan tirai lapak pun belum dibuka. Tidak lama, dia muncul dan...

Liris : Pithik Dalam Kenangan

Ini tulisan saya. Ketika seseorang bertanya tentang tulisan pertama saat belajar pada guru terbaik. Sekitar tahun 1985. Nenek saya.   Pithik Aku ini ayam....

Liris : TBC, Tekanan Batin Cinta!

Tapi sebuah perkenalan selalu memiliki kendalanya sendiri. Tekanan Batin Cinta, itu kau sematkan. Aku pendiam dan pemalu, kau mengulangnya. Tidak! Kenyataan yang disuguhkan, kau...

Bahagia

Matahari semakin terik, aku harus bergegas. Biar tak terpanggang. Panas! Aku menggerutu sepanjang jalan. Berlarian dengan sepatu bertumit tinggi membuatku acap kali hampir terjatuh....

Kacamata

Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering...

Dirgahayu, Mrebes Mili!

Serombongan emak berkado sebuah puisi untuk mensyukuri kehadiran seorang Murni Tiyana. Arek Mojosari. ========== Jatuh Satu-satu Bulir-bulir bening Di sudut mata hening Mbrebes nyaris...