Penaklukan Panarukan 5

Waktu telah beranjak setapak demi setapak menuju fajar, Ki Tumenggung Suradilaga kencang memacu kuda melintasi lorong-lorong jalan yang menyimpang dari jalan utama. Ia telah berulang kali mendapatkan tugas khusus dari Sultan Trenggana, namun ia sekarang didera kegelisahan yang cukup mendalam. Betapa ia harus menemui Adipati Pajang dengan membawa sebilah piandel yang cukup disegani oleh orang-orang […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 3

Sejenak kemudian Ki Winatra terdiam. Lurus ia memandang Ki Jagabaya dengan tatapan mata penuh arti. Seakan mengerti keinginan kawan baiknya itu, Ki Jagabaya kemudian berkata,” Ki Bekel, aku dan Ki Winatra akan segera memulai pekerjaan. Dan beberapa pengawal akan berada di bawah tuntunan Ki Winatra untuk sekedar meningkatkan kemampuan secara pribadi. Sementara aku akan melatih […]

Ki Cendhala Geni 10.3 Pertempuran di Rawa-rawa

Ujung pedang itu masih sempat menggores lengan dan menimbulkan luka panjang namun tak seberapa dalam. Ki Cendhala Geni tidak menghentikan serangan walaupun lengan kanannya tergores pedang. Dia menyabetkan kapaknya dengan cepat ke arah Ken Banawa kemudian memutar kapaknya dengan tangan  kanan namun segera berpindah ke tangan kiri mengikuti ayunan bagian terberat dari kapaknya. Cara menyerang […]

Bara di Borobudur 24.2 – Lereng Gunung Wilis

Ra Jumantara merendahkan tubuhnya, seluruh jemari tangannya tertekuk melingkar seperti cakar harimau. Sangat cepat ia melesat menerkam Bondan dengan kedua tangan terbentang mengembang. Sekejap kemudian keduanya terlarut dalam perkelahian yang dapat menjadikan gentar hati orang. Dengan tangan kosong, mereka berdua sering lenyap dalam kegelapan karena begitu cepatnya gerakan-gerakan yang mereka lakukan. Ra Jumantara mengakui dalam […]

Penaklukan Panarukan 4

Sepeninggal Ki Patih Kusumanegara dan Ki Tumenggung Wilaguna, Sultan Trenggana memanggil pemimpin yang secara khusus membawahi para petugas sandi, Ki Tumenggung Suradilaga. Sejenak kemudian seorang lelaki yang bermata tajam dan berusia sama dengannya telah berdiri di hadapannya. “Sebelum aku mengatakan apa yang akan menjadi tanggung jawabmu, katakan apa yang kau ketahui mengenai keadaan menuju Pajang, […]