http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 5

Pada saat Pedukuhan Dawang menghentak dengan semangat untuk mempertahankan tanahnya, di sebuah padepokan yang terletak di sebelah utara kotaraja, Ki Basanta Alit sedang berbicara dengan anak lelaki satu-satunya, Rananta. Sementara para cantrik hilir mudik di sekitar bangunan induk padepokan dengan bermandi sinar matahari pagi yang mulai menghangati permukaan tanah. “Sebaiknya kau urungkan niatmu untuk memasuki […]

Ki Cendhala Geni 11.2 – Pertempuran di Rawa-rawa

“Boleh jadi aku akan menyerah dan berhenti membunuh orang yang rela untuk mati, namun itu akan kulakukan bila telah selesai menguliti kulit kepalamu dan menempatkan belulangmu di atas daun pintu. Bukankah engkau harus berterima kasih kepadaku, Ken Banawa? Bahwa engkau akan menjadi ungkapan rasa terima kasih dariku. Sampai jumpa di neraka, setan tua!” Satu bentakan […]

Bara di Borobudur 25.2 – Pertarungan di Lereng Gunung Wilis

“Mungkin saja anak ini masih menyimpan bekal yang tidak dapat aku duga,” Ra Jumantara berguman dalam hatinya. Pada saat itu lingkaran pertempuran yang lain telah usai. Kini semua mata memandang perang tanding yang terjadi antara Bondan dengan Ra Jumantara. Ki Rangga Ken Banawa diliputi kecemasan karena sejauh ini Bondan belum memperlihatkan kedudukan yang melegakan hatinya. […]

Penaklukan Panarukan 6

“Beri ia jalan untuk masuk!” perintah Adipati Hadiwijaya pada prajurit jaga. Langkah lebar prajurit jaga ketika meninggalkan pendapa seakan memberikan kesan tentang wibawa yang melekat dalam diri Adipati Hadiwijaya. “Apakah kau mempunyai pendapat tentang orang yang bernama Ki Suradilaga, Ki Sambaga?” bertanya Adipati dengan tatap mata selidik. Ki Rangga Sambaga pelan dan dalam menganggukkan kepala. […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 4

Pada saat Pedukuhan Dawang menghentak dengan semangat untuk mempertahankan tanahnya, di sebuah padepokan yang terletak di sebelah utara kotaraja, Ki Basanta Alit sedang berbicara dengan anak lelaki satu-satunya, Rananta. Sementara para cantrik hilir mudik di sekitar bangunan induk padepokan dengan bermandi sinar matahari pagi yang mulai menghangati permukaan tanah. “Sebaiknya kau urungkan niatmu untuk memasuki […]