http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 8

Tiga orang itu kemudian berhenti di dekat gerumbul pohon pisang yang tumbuh di dekat pematang. Seorang diantaranya kemudian melihat ke tanah tinggi yang diatasnya ada Sarjiwa dan ibunya. Demikianlah, Nyi Winatra dan Sarjiwa masih berada di tempat semula mengamati orang-orang yang bergerak-gerak dan berpindah seperti sedang mengamati sisi luar kademangan. Walaupun Sarjiwa masih menyimpan rasa […]

Penaklukan Panarukan – 11

Betapapun kebimbangan melonjak di dalam hatinya, namun Pangeran Parikesit tidak menampakkan kebimbangan itu melalui air mukanya. Ia masih begitu tenang dalam diamnya. Sementara itu Ki Buyut Mimbasara dan Ki Getas Pendawa tidak dapat menduga isi hati dan pikiran Pangeran Parikesit. Lalu sejenak kemudian terdengar Pangeran Parikesit berkata,” Aku tidak sekedar mengetahui rencana Angger Sultan Trenggana, […]

Ki Cendhala Geni 13 – Penyelamatan Arum Sari

Dan ada perbedaan yang mendasari pertarungan kedua pemuda yang keras hati ini. Patraman merasa harus mampu memenangkan perang tanding ini karena dia tak akan mau dirinya digantung di hadapan banyak orang. Sedangkan mati masih belum menjadi pilihan bagi Patraman. Karena baginya, Arum Sari merupakan pijakan awal untuk meraih kedudukan lebih tinggi bahkan jika mungkin adalah […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 7

Sarjiwa dan Nyi Winatra setapak demi setapak semakin jauh meninggalkan regol pedukuhan dan kemudian mereka mengambil jalur yang berbeda dengan jalan utama. Nyi Winatra agaknya ingin perjalanan menuju Kademangan Mangunreja itu juga dapat menjadi sebuah bagian dari latihan-latihan yang harus dijalani oleh Sarjiwa. Oleh karenanya ia mengajak Sarjiwa berjalan menyusur sungai kecil yang mengalir disela-sela […]

Ki Cendhala Geni 12 – Menyelamatkan Arum Sari

Beberapa pekan sebelum kedatangan Bhre Kahuripan di kotaraja, seorang lelaki yang memakai pakaian kebesaran seorang prajurit memasuki halaman keraton Sri Jayanegara. Ia didampingi tiga orang yang juga mengenakan pakaian prajurit. “Ki Nagapati,” seorang penjaga regol halaman menyapa. Ki Nagapati membalasnya dengan anggukkan kepala. Raut wajah dengan garis-garis tegas yang terukir pada kulitnya menyebar kegagahan yang […]