Fiksi Mini : Kebun Jasad 3

"Sehari ini kau berencana apa, Mas?" "Sedikit belanja buat besok pagi," jawab Nono. "Lalu kau tinggal aku di rumah? Seperti arca penunggu candi?" Elsye...

Fiksi Mini : Kebun Jasad 2

Hidangan ditata apik dan bernuansa kalem. Empat lilin menyala. Sup merah kacang polong masih mengepul uap hangat. Dini tampak cerah. Jemarinya tak berhenti mengusap...

KKG – Jati Anom Obong 3

Selangkah maju ia lebih dekat pada Swandaru Geni. Kemudian dengan tenang ia berkata,”Aku memang seorang pedagang. Banyak wilayah Mataram telah aku datangi. Keributan kecil...

Fiksi Mini : Mayat Telanjang

Lidah terjulur melalui sela bibir Rania menebar bau bangkai lalu melibat leher Hendra. Duri bertabur penuh dari ujung hingga pangkal lidah Rania. Darah merembes...

Fiksi Mini : Aku Mencintaimu

“Kau belum memberi jawaban, Diaz." "Aku belum bisa kasih jawaban, Mas. Tolong jangan paksa aku!" "Sudah dua bulan aku menunggu dan kau meragukanku!" Diaz,...