Penaklukan Panarukan 3

Mereka akhirnya menyebar di tanah yang tidak begitu lapang. Tugas pun dibagi untuk mereka. Beberapa prajurit mendapat tugas dari pemimpin kelompoknya untuk mengobati temannya yang terluka. Sebagian ditugaskan untuk menguburkan satu dua prajurit yang gugur kemudian merawat mayat-mayat anak buah Ki Bajang Saloka. Sementara beberapa lainnya memasuki hutan untuk sekedar berburu kelinci atau binatang yang […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 1

Sejenak kemudian mereka telah duduk melingkar di atas segelar tikar pandan berwarna coklat. Ki Tanu Dirga memandang kedua orang didepannya bergantian. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu ia membuka bibirnya,” aku kira sudah saatnya kita untuk memulai gerakan ini dari rencana permulaan. Ki Sekar Layang dan Angger Mayang Sari harus berada di Padepokan Tegalrandu dalam waktu […]

Penaklukan Panarukan 2

“Aku mendengar jika Raden Trenggana sedang menyiapkan ribuan kapal. Apakah kalian termasuk prajurit yang akan ikut serta dalam salah satu kapal itu?” Gagak Panji bertanya. “Maafkan aku jika tidak tahu, Ki Rangga. Lurah kami dan Ki Tumenggung belum mengatakan persoalan itu pada kami,” jawab seorang dari mereka dengan kesan heran dalam hatinya. Seperti mengetahui isi […]

Bara di Borobudur 23 – Lereng Gunung Wilis

“Ki Sanak, mengapa kau tidak segera membunuh dirimu sendiri? Aku sebenarnya tidak ingin mengotori tanganku dengan darah orang tua sepertimu. Akan tetapi apabila kau lanjutkan perkelahian ini, aku minta kau tidak marah jika aku keliru meletakkan ujung pedangku,” kata orang yang mempunyai tubuh tinggi besar dan berjenggot tebal itu. “Sudahlah, Ki Arumbaya! Segera habisi orang […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

Panembahan Tanpa Bayangan 15

Ki Winatra bergegas melangkah menuju rumah Ki Bekel, ia mendapati Sarjiwa berada di dalam gardu bersama tiga  pengawal pedukuhan. “Aku akan mengambil istirahat dulu,” kata Ki Winatra pada mereka. “Silahkan, kiai,” serempak mereka yang berada di gardu menjawab. Ki Winatra meninggalkan mereka. Sementara itu, Sarjiwa berjalan keluar di tepi jalan. Terlihat olehnya dua orang berkuda […]