Ki Cendhala Geni 13 – Penyelamatan Arum Sari

Dan ada perbedaan yang mendasari pertarungan kedua pemuda yang keras hati ini. Patraman merasa harus mampu memenangkan perang tanding ini karena dia tak akan mau dirinya digantung di hadapan banyak orang. Sedangkan mati masih belum menjadi pilihan bagi Patraman. Karena baginya, Arum Sari merupakan pijakan awal untuk meraih kedudukan lebih tinggi bahkan jika mungkin adalah […]

Ki Cendhala Geni 12 – Menyelamatkan Arum Sari

Beberapa pekan sebelum kedatangan Bhre Kahuripan di kotaraja, seorang lelaki yang memakai pakaian kebesaran seorang prajurit memasuki halaman keraton Sri Jayanegara. Ia didampingi tiga orang yang juga mengenakan pakaian prajurit. “Ki Nagapati,” seorang penjaga regol halaman menyapa. Ki Nagapati membalasnya dengan anggukkan kepala. Raut wajah dengan garis-garis tegas yang terukir pada kulitnya menyebar kegagahan yang […]

Bara di Borobudur 28 – Bondan Terluka

“Ia seorang lelaki terhormat. Dan mungkin ia adalah satu-satunya orang jahat yang tidak pernah menyakiti seorang perempuan,” desah Nyi Kirana yang kemudian larut dalam kesedihan. “Marilah, Nyi. Semua sudah berakhir dan kita harus menempatkan segala sesuatu pada tempat yang semestinya,” kata Ki Rangga setelah beberapa saat membiarkan Nyi Kirana hanyut dalam suasana yang mengingatkannya pada […]

Ki Cendhala Geni 11.4 – Gajah Mada

“Baiklah. Dan sebaiknya kau berkata benar.” Tak lama kemudian Ibhakara memasuki ruangan dimana Ki Cendhala Geni telah menunggunya. “Sebaiknya kau berkata dengan benar. Aku tidak ingin mendengar para penjilat memberi kabar bohong yang dapat mengusik ketenanganku,” Ki Cendhala Geni berkata pongah seakan-akan ia telah menjadi seorang patih dalam waktu yang cukup lama. Ibhakara menarik nafas […]

Bara di Borobudur 27 – Pertempuran di Lereng Wilis

Kerisnya menyala merah membara dan sekali-kali keluar lidah api. Bondan terkejut menyaksikan perubahan yang terjadi pada lawannya. Sebenarnya yang terjadi adalah Ra Jumantara telah melampaui batasan yang ada dalam dirinya. Di hadapannya Bondan telah bersiap dengan tubuh sedikit merendah. Bagi Ra Jumantara, sikap tubuh Bondan justru seperti seekor kelinci yang telah siap untuk dipanggang sebagai […]