Toh Kuning adalah Alasan Libur

Terkait dengan kisah-kisah yang mulai jarang ditayangkan beberapa waktu belakangan ini, saya mohon maaf. Selama hampir dua pekan, saya menyiapkan sebuah kisah baru dengan judul Toh Kuning, Sang Penyelamat. Toh Kuning merupakan salah satu kisah yang saya tulis hingga tuntas. Dan bersama Ki Cendhala Geni, kedua naskah ini saya rencanakan untuk dikirimkan ke beberapa penerbit. […]

KCG – Pertempuran di Rawa-rawa Ujung Galuh 15

“Ini adalah urusanku, Ki Cendhala Geni. Kematian yang menimpaku akan datang kapan saja dan itu tak perlu menunggu hari ini saat engkau akan merasakan perihnya ujung kainku. Sebaiknyalah engkau meminta maaf kepadaku karena kecurangan yang pernah kau lakukan padaku,” Bondan menggeram dan tangannya tergetar hebat ketika mengucapkan kata-kata itu. “Engkau bermimpi telah duduk di puncak  […]

Ki Cendhala Geni 14

Semasa Laksa Jaya beringsut mendekati Arum Sari, Bondan yang terlibat perkelahian seru dengan Ubandhana menangkap gerak dari ujung matanya. Dibawah ancaman ujung tombak Ubandhana yang seperti memiliki mata, Bondan menjulurkan udengnya ke pergelangan tangan Ubandhana yang memegang tombak. Ubandhana menyadari meskipun bukan serangan yang berujung kematian namun tangannya bisa saja patah karena sentakan bertenaga dari […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 9

Ketika ia merasa sudah tidak ada lagi obrolan pengikut Raden Atmandaru yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan, Sarjiwa memutuskan untuk pergi ke tempat yang telah ia sepakati dengan ibunya. Dan ia telah mendapati Nyi Winatra telah berada di tempat itu, lalu ia mendengar ibunya berkata,” Apakah kau mengenali tanda-tanda dan jalan menuju Tanah Perdikan, Ngger?” “Aku […]

Bara di Borobudur 28

“Angger Jalutama, menekan Nyi Kirana dengan kata-kata seperti itu dapat membuat Bondan lebih buruk keadaannya. Mungkin ia tidak sadar diri dalam penglihatan kita, tetapi mungkin saja pendengaran dan perasaannya dapat menangkap kesan buruk yang keluar dari setiap yang kita ucapkan,” cegah Ki Swandanu dengan suara lembut namun terdengar tegas. Sementara Ken Banawa menatap mata Jalutama […]