Bara di Borobudur 27.1 – Pertempuran di Lereng Wilis

Kerisnya menyala merah membara dan sekali-kali keluar lidah api. Bondan terkejut menyaksikan perubahan yang terjadi pada lawannya. Sebenarnya yang terjadi adalah Ra Jumantara telah melampaui batasan yang ada dalam dirinya. Di hadapannya Bondan telah bersiap dengan tubuh sedikit merendah. Bagi Ra Jumantara, sikap tubuh Bondan justru seperti seekor kelinci yang telah siap untuk dipanggang sebagai […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 6

Ki Patih mengalihkan sejenak pandangannya keluar kedai. Tampak olehnya beberapa lelaki bertubuh tegap dan kekar sedang mendorong sebuah pedati yang terlihat membawa beban cukup berat. “Semuanya terlihat wajar di permukaan,” ucapnya kemudian. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu berkata lagi,”Aku mendapatkan laporan yang berbeda, Ki Tumenggung. Untuk itulah aku mengajakmu kemari agar dapat menilai keadaan bersamamu.” […]

Bara di Borobudur 26.2 – Pertempuran di Lereng Wilis

Bentakan menggelegar Ra Jumantara mengawali gempurannya, batang pohon bergetar oleh hantaman tenaga yang keluar bersamaan dengan suara dahsyat orang kepercayaan Mpu Jagatmaya ini. Jalutama dan Ki Swandanu menyilangkan tangan di depan dada untuk melindungi isi dadanya dari tenaga inti ra Jumantara yang menghantam segala arah, bahkan keduanya terdorong ke belakang setapak menahan tenaga inti lelaki […]

Pangeran Diponegoro – Tegalrejo 2

“Di banyak tempat, aku telah mendengar jika rakyat mulai memperlihatkan kegeraman dengan terbuka. Peristiwa di Karangpandan, Simpar lalu beberapa penyergapan di lereng Merbabu sebenarnya tanda kegelisahan yang tidak dapat kita abaikan, Angger Pangeran,” desis Pangeran Mangkubumi sambil membenahi letak duduknya. Kemudian ia meneruskan,“Kita tidak bisa membiarkan orang-orang berkulit pucat itu terlalu dalam menjangkau kekuasaan Angger […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 5

Rananta berhenti sekitar belasan tombak dari regol pedukuhan. Ia melihat dua tiga orang sedang duduk di gardu jaga. Sementara yang lain nampak berdiri menghadap bulak pendek seperti sedang menunggu sesuatu. Ia melompat turun dari kuda dan menata perasaannya yang sedikit bergejolak. Setelah kendali perasaannya telah seimbang, ia menyusup diantara rerimbunan semak. Kuda yang ia tambatkan […]