Bara di Borobudur 28

“Angger Jalutama, menekan Nyi Kirana dengan kata-kata seperti itu dapat membuat Bondan lebih buruk keadaannya. Mungkin ia tidak sadar diri dalam penglihatan kita, tetapi mungkin saja pendengaran dan perasaannya dapat menangkap kesan buruk yang keluar dari setiap yang kita ucapkan,” cegah Ki Swandanu dengan suara lembut namun terdengar tegas. Sementara Ken Banawa menatap mata Jalutama […]

Kitab Kiai Gringsing – Agung Sedayu Terpedaya 1

Terdengar kicauan burung-burung liar di pepohonan yang tumbuh di belakang pekarangan sebuah rumah yang dihuni oleh sebuah keluarga kecil. Langit yang cerah menjadikan hamparan pemandangan yang berada lereng Merapi begitu indah. Sesekali pedati melintasi jalan yang terjulur di bagian depan rumah keluarga Ki Rangga Agung Sedayu. Tetapi pagi itu, keadaan sekitar rumah dan lingkungan tetangga […]

Penaklukan Panarukan – 10

Tiba-tiba selapis kabut tipis menyelimuti lingkungan rumah yang terletak di sebelah timur alun-alun Pajang. Lapisan itu semakin tebal sampai menyulitkan seseorang untuk melihat telapak tangannya sendiri. Dinding rumah Pangeran Parikesit tergetar halus ketika kabut mulai menyentuh dinding yang tersusun dari batu. Dalam pada itu, Pangeran Parikesit yang berada di dalam rumah menyadari kejanggalan yang terjadi […]

Bara di Borobudur 28 – Bondan Terluka

“Ia seorang lelaki terhormat. Dan mungkin ia adalah satu-satunya orang jahat yang tidak pernah menyakiti seorang perempuan,” desah Nyi Kirana yang kemudian larut dalam kesedihan. “Marilah, Nyi. Semua sudah berakhir dan kita harus menempatkan segala sesuatu pada tempat yang semestinya,” kata Ki Rangga setelah beberapa saat membiarkan Nyi Kirana hanyut dalam suasana yang mengingatkannya pada […]

Bara di Borobudur 27 – Pertempuran di Lereng Wilis

Kerisnya menyala merah membara dan sekali-kali keluar lidah api. Bondan terkejut menyaksikan perubahan yang terjadi pada lawannya. Sebenarnya yang terjadi adalah Ra Jumantara telah melampaui batasan yang ada dalam dirinya. Di hadapannya Bondan telah bersiap dengan tubuh sedikit merendah. Bagi Ra Jumantara, sikap tubuh Bondan justru seperti seekor kelinci yang telah siap untuk dipanggang sebagai […]