Bara di Borobudur 26.2 – Pertempuran di Lereng Wilis

Bentakan menggelegar Ra Jumantara mengawali gempurannya, batang pohon bergetar oleh hantaman tenaga yang keluar bersamaan dengan suara dahsyat orang kepercayaan Mpu Jagatmaya ini. Jalutama dan Ki Swandanu menyilangkan tangan di depan dada untuk melindungi isi dadanya dari tenaga inti ra Jumantara yang menghantam segala arah, bahkan keduanya terdorong ke belakang setapak menahan tenaga inti lelaki […]

Penaklukan Panarukan -7

“Kanjeng Adipati, memang Kanjeng Sultan secara khusus menyampaikan pesan agar Kanjeng Adipati berkenan menghadap Kanjeng Sultan,” Ki Tumenggung Suradilaga merasakan gemuruh dalam dadanya. Ia merasa kebingungan untuk mengatakan jika sebenarnya Sultan Trenggana memintanya untuk bertukar pendapat dengan Adipati Hadiwijaya. Adipati Hadiwijaya menatap tajam Ki Tumenggung Suradilaga seolah mengerti keadaan batin utusan dari Demak itu. Lantas […]

Penaklukan Panarukan 6

“Beri ia jalan untuk masuk!” perintah Adipati Hadiwijaya pada prajurit jaga. Langkah lebar prajurit jaga ketika meninggalkan pendapa seakan memberikan kesan tentang wibawa yang melekat dalam diri Adipati Hadiwijaya. “Apakah kau mempunyai pendapat tentang orang yang bernama Ki Suradilaga, Ki Sambaga?” bertanya Adipati dengan tatap mata selidik. Ki Rangga Sambaga pelan dan dalam menganggukkan kepala. […]

Penaklukan Panarukan 3

Mereka akhirnya menyebar di tanah yang tidak begitu lapang. Tugas pun dibagi untuk mereka. Beberapa prajurit mendapat tugas dari pemimpin kelompoknya untuk mengobati temannya yang terluka. Sebagian ditugaskan untuk menguburkan satu dua prajurit yang gugur kemudian merawat mayat-mayat anak buah Ki Bajang Saloka. Sementara beberapa lainnya memasuki hutan untuk sekedar berburu kelinci atau binatang yang […]

Panembahan Tanpa Bayangan 8

  Ki Bekel dengan lincah menaiki anak tangga banjar. Tubuhnya yang agak gemuk serasa ringan ketika ia cekatan menapak setapak demi setapak dengan langkah cepat. Senyumnya mengembang  saat ia sedikit membungkuk hormat pada ketiga tamu yang datang dari jauh. Setelah dua orang pengawal yang mengiringinya menyiapkan hidangan kecil sekedarnya, Ki Bekel dengan ramah menanyakan keadaan […]