http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 6

Ki Patih mengalihkan sejenak pandangannya keluar kedai. Tampak olehnya beberapa lelaki bertubuh tegap dan kekar sedang mendorong sebuah pedati yang terlihat membawa beban cukup berat. “Semuanya terlihat wajar di permukaan,” ucapnya kemudian. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu berkata lagi,”Aku mendapatkan laporan yang berbeda, Ki Tumenggung. Untuk itulah aku mengajakmu kemari agar dapat menilai keadaan bersamamu.” […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 5

Rananta berhenti sekitar belasan tombak dari regol pedukuhan. Ia melihat dua tiga orang sedang duduk di gardu jaga. Sementara yang lain nampak berdiri menghadap bulak pendek seperti sedang menunggu sesuatu. Ia melompat turun dari kuda dan menata perasaannya yang sedikit bergejolak. Setelah kendali perasaannya telah seimbang, ia menyusup diantara rerimbunan semak. Kuda yang ia tambatkan […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 2

Matanya menatap Mayang Sari yang sedang membereskan peralatan yang baru saja mereka gunakan. Sejenak Ki Sekar Layang kembali ke masa ketika Mayang Sari masih kecil. Canda riang dan tangisnya seakan terngiang di kedua telinganya. Wajah Ki Sekar Layang menggurat kelam saat ia menyadari sebuah tugas yang sebenarnya ingin ia lepaskan. Namun karena satu dorongan besar […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

PTB – Merebut Mataram 1

Sejenak kemudian mereka telah duduk melingkar di atas segelar tikar pandan berwarna coklat. Ki Tanu Dirga memandang kedua orang didepannya bergantian. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu ia membuka bibirnya,” aku kira sudah saatnya kita untuk memulai gerakan ini dari rencana permulaan. Ki Sekar Layang dan Angger Mayang Sari harus berada di Padepokan Tegalrandu dalam waktu […]

http://tagday.net/user/yohan.alexander-1647981852

Panembahan Tanpa Bayangan 15

Ki Winatra bergegas melangkah menuju rumah Ki Bekel, ia mendapati Sarjiwa berada di dalam gardu bersama tiga  pengawal pedukuhan. “Aku akan mengambil istirahat dulu,” kata Ki Winatra pada mereka. “Silahkan, kiai,” serempak mereka yang berada di gardu menjawab. Ki Winatra meninggalkan mereka. Sementara itu, Sarjiwa berjalan keluar di tepi jalan. Terlihat olehnya dua orang berkuda […]