Sholat Jenazah versi Kucing Garong

www2.jawapos.com

Garong adalah kata dasar dari menggarong. Kata garong ini mempunyai arti merampok, merampas, dan lebih persisnya itu mengambil yang bukan haknya dengan cara yang kasar. Dalam percakapan sehari-hari, istilah kucing garong ini ditujukan untuk mereka yang mencuri dan mengambil apa saja milik orang lain dengan cara apapun.

Beberapa hari belakangan ini memang terjadi kabar yang memprihatinkan. Hanya untuk sebuah urusan pilkada, beberapa masjid menyatakan menolak untuk melakukan sholat jenazah bagi para pemilih paslon nomer 2.

Sebenarnya dan pada dasarnya, tuduhan munafik itu merupakan wewenang Allah. Tidak ada seorangpun dan tidak ada satu malaikat pun yang berhak menghukumi munafik kepada seseorang. Kecuali orang tersebut memang nyata menjadi munafik. Tetapi jika tuduhan itu disebabkan oleh perbedaan penafsiran malah yang terjadi adalah adanya penyakit nifak (munafik) dalam hati mereka yang mengaku beriman. Orang-orang seperti ini tak ubahnya seperti kucing garong. Bahkan mungkin lebih buruk dari kucing garong. Kucing garong mengambil ikan pindang, ikan tongkol, dan ikan yang sudah dimasak dari meja untuk dimakan. Kucing garong tidak merasa mencuri karena kata mencuri atau merampok memang tidak ada dalam kamus kehidupannya. Kucing kan tidak ada sekolah untuk etika atau meningkatkan kepribadian kan? Berbeda dengan takmir atau orang yang mengaku beriman tetapi dengan sadar mencuri hak milik Allah. Hak milik Allah yang dicuri adalah memvonis orang lain sebagai munafik. Bedanya, Allah itu Maha Mengetahui isi hati, lha mereka yang menolak sholat jenazah itu siapa dan punya apa?

Seekor kucing dikatakan mencuri karena pemilik makanan merasa kehilangan. Si kucing mengambil makanan tanpa ijin terlebih dahulu pada pemiliknya. Dan sejumlah masjid atau masyarakat yang menolak untuk mensholatkan jenazah pemilih paslon 2 itu apa sudah minta ijin pada Sang Pemilik Kehidupan? Tetapi kalau saya yang ditolak oleh takmirnya sih akan berpesan pada ahli waris saya untuk tidak khawatir. Tidak ada alasan untuk takut pada para pencuri ini. Tidak ada alasan untuk gelisah terhadap sekawanan penyamun yang berkedok orang beriman. Orang beriman itu tidak seperti itu. Orang beriman itu adalah orang yang menghormati hak tetangga. Orang yang mengimani Allah dan Hari Akhir itu tahu bagaimana bersikap kepada tetangga.

Orang yang menolak sholat jenazah ini tentu merasa sombong karena mempunyai dalil yang membenarkan. Tetapi dalil itu tak pernah dia kemukakan untuk publik. Jadi dalil yang digunakan adalah dalil pembenaran, bukan dalil kebenaran. Orang semacam ini sudah lupa tentang akhlak bertetangga. Dia hanya tahu tentang perbedaan pilihan untuk dijadikan pembenaran kan? Benar jika orang semacam ini tak ubahnya seperti kucing garong yang bertempat tinggal di dalam masjid.

Sekarang saya tanya, apakah kucing garong yang tinggal di dalam masjid itu sudah pasti ikut sholat? Tidak bukan? Karena hanya seekor kucing.

Seekor kucing berbuat berdasarkan kebutuhan fisik seperti lapar dan seksual. Dia akan tetap bersikap liar dan serakah sekalipun sudah disediakan makanan di depannya. Tahu kenapa? Karena kata “menggarong” itu sudah tertulis dalam darahnya. Begitu pula para takmir yang sampai hari ini berkeras menolak menerima jenazah orang yang berbeda pilihan. Mereka juga sama persis dengan kucing garong. Dan lebih parah dari kucing garong karena kucing garong tak pernah mendalami hadits dalam hidup mereka meskipun kucing-kucing ini tinggal di dalam masjid dan selalu hadir dlam pengajian.

Akhlak adalah salah satu faktor yang membedakan manusia dengan binatang. Dan dengan akhlak pula, Allah akan menghancurkan seseorang atau bahkan memuliakan seseorang. Beberapa hari lalu, ada seorang karib saya mengatakan seekor anjing hanya menurut pada yang memberi makan dan akan betah jika mendapat perlakuan baik. Dia akan memberi balasan serupa kepada majikannya, dalam hal ini adalah loyalitas. Anjing seperti ini tidak akan pernah menggarong makanan anjing yang lain. Seorang kawan mempunyai pengalam tentang hal ini. Anjing miliknya tidak pernah memasuki rumahnya bila kelaparan. Anjingnya hanya mengeluarkan rintihan di depan pintu agar majikan tahu jika dia sedang lapar. Berbeda dengan kucing garong, yang sekalipun telah diberi makan dengan teratur dan bergizi pasti akan tetap menggarong. Karena menggarong adalah sebuah filosofi hidupnya.

Balik lagi ke sholat jenazah, jika ada orang yang merampas hak Allah untuk menghakimi isi hati orang lain, selain istilah kucing garong, apakah ada istilah lain yang lebih tepat?

 

 

Salam hangat

Tulisan ini telah dipublikasikan di https://seword.com/umum/sholat-jenazah-versi-kucing-garong/

 

risdianto.roni@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: