Insya Allah, Saya Berbohong

Sebuah kata, Insya Allah, yang ribet dituliskan In-sha Allah dengan dalil apapun yang sebetulnya lebih bermakna cocokmology karena konteks tulisan Arabnya itu yang lebih penting. Bukan kata yang ditulisa dalam huruf latin. Dan itu tak perlu dibahas karena memang tak penting.

Kata Insya Allah.. sebenarnya bermakna 99 % adalah pernyataan bahwa kita sanggup untuk melakukan apa yang sudah kita janjikan.  1 % adalah jika dalam rencana itu ternyata ada takdir atau ketentuan Allah yang dalam mempengaruhi batalnya janji itu.

Namun dalam kenyataannya, kita semua dalam konteks sering atau pernah atau jarang pun berkata “ insya Allah” untuk menolak secara halus. Mungkin sedikit yang menyadari bila dengan kata “Insya Allah” namun hanya untuk menolak halus atau tidak berniat menepati adalah sebuah kebohongan dengan takaran dosa yang berbeda dengan berbohongnya seorang pencuri. Tidak pernah ada seorang pencuri mengaku dia telah mencuri, tetapi ” Insya Allah” untuk menolak halus, ada istilah yang lebih tepat? Karena ini adalah sebuah kebohongan dengan mengajak Tuhan agar mau berbohong.

 

 

Demikianlah.

Salam hangat.

3 thoughts on “Insya Allah, Saya Berbohong

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: