Tali Kolor untuk Anggota Dewan

Kolor, tali kolor. Kolor adalah benda seperti tali atau benda panjang dan berukuran kecil yang terbuat dari karet. Tali kolor adalah tali yang berbahan dari karet. Jadi sifatnya lentur atau elastis. Tali ini biasanya dipakai untuk celana karate, tali bra, celana santai rumahan dan lain-lain.

Dalam setiap sisi dalam hidup, juga selalu ada batasan hitam dan putih. Repotnya adalah batasan ini sering hilang kalau sudah berada di Senayan. Terkadang di Gedung DPR itu juga tak jelas dimana posisi Tuhan. Apakah Dia ada di kubu baris putih ataukah kubu hitam? Karena yang lebih sering terjadi adalah tuhan selalu disulap agar menjadi siluman.

Mega korupsi E-KTP. Kasus ini secara gamblang dan segoblok-gobloknya orang goblok pun akan berpikir “korupsinya setahu pimpinan”. Pimpinan instansi, kantor swasta atau lembaga apapun sebenarnya memang nyaris mustahil bila tidak mengetahui kalau ada anak buah atau bawahannya yang korupsi. Suatu sistem ada pengawasan. Bila dia tidak tahu ya berarti dia tidak mengawasi, itu gemblung namanya.

Skandal Al Quran. Ini malah lebih parah karena Tuhan nyaris saja dimasukkan dikemas dalam plastik. Siapa sih yang tak tahu kalau Al Quran itu seluruhnya adalah firman Tuhan? Hebat bukan? Pikiran buruk saya itu adalah jangan-jangan term tuhan sendiri sudah dikorupsi arti dan maknanya. Dan skandal Al Quran ini hanya contoh bahwa korupsi itu bukan monopoli anggota dewan.

Masih banyak contoh tindakan korupsi yang sebenarnya bukan saja memalukan ya tapi benar-benar biadab.

Uang rakyat atau APBN ini ibaratnya barang vital seperti milik kaum hawa yang selaku dilindungi oleh kawat dan kolor. Para rayap APBN ini ternyata juga doyan makan kawat dan kolornya sendiri.
Salah satu fungsi bra pada wanita adalah mencegah sakit pada punggung dan leher. Satu anggota tubuh sakit maka rasa sakit akan merambat ke semua bagian tubuh.
Kalau para rayap APBN ini dengan sadar atau tidak sadar menggerogoti uang rakyat ini sama dengan menghancurkan sendi kehidupan manusia secara umum. Ataukah para koruptor ini memang gemar menghisap puting-puting rakyat?

Tidak ada negara tanpa ada rakyat. Tidak ada APBN tanpa ada rakyat. Dengan menggunakan dalil agama, sebenarnya bisa dikatakan kalau para koruptor alias rayap atau kadang disebut tikus itu sebagai rentenir.

Dan salah satu jalan keluar mencegah korupsi secara berjamaah ini adalah memperkuat tali kolor pada BH. Ini artinya pembatasan masa kerja harus ditinjau kembali. Jika para kepala daerah dan presiden dibatasi hanya dua periode, maka logika normalnya ya anggota dewan juga harus dibatasi dua periode jabatan. Tentu dua masa periode ini mustahil bisa kembalikan modal saat pileg, terlebih jika mereka bekerja dengan jujur. Tetapi kekuasaan yang terlalu lama di gedung dewan hanya akan memperpanjang tentakel. Daya cengkeram yang lebih kuat pada anggota baru dan dimanapun yang namanya nubie alias yunior selalu kalah gertak dengan para senior.

Pembatasan masa jabatan ini tak ubahnya mengganti tali kolor yang sudah rapuh. Seperti mengganti olie mesin mobil atau karet-karet pada kaki-kaki mobil.

Sekarang coba bayangkan, ada anggota parpol A sebagai anggota legislatif. Lalu habis masa jabatannya eh pindah gerbong, misal parpol B eh lalu berhasil lagi jadi anggota legislatif dari dapil yang sama. Kan jadi pertanyaan, masa jabatan yang mana yang digunakan? Saat di parpol A atau bagaimana?

Negara ini dalam bahaya bila masa kerja dewan tidak ditinjau ulang. Mereka juga manusia biasa yang akan lapuk oleh hujan dan molor karena panas. Anggota dewan tak ubahnya seperti tali kolor yang lama kelamaan akan kehilangan elastisitasnya atau idealismenya akan luntur. Ibarat celana rumahan kan bisa saja melorot kapan saja.

Buat kalian yang di Senayan dan sedang jadi anggota dewan, apakah anda berani jadi yang pertama mengusulkan pembatasan masa kerja? Ayolah jangan pernah takut untuk bicara kebenaran selagi Tuhan Maha Hidup kecuali..sekali lagi kecuali..Tuhan telah anda sulap menjadi siluman atau lebih biadabnya lagi adalah Tuhan telah kalian ajari bermain sulap.

Salam Indonesia

Telah dipublikasikan di https://seword.com/motivasi/tali-kolor-untuk-anggota-dewan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: