(F/silat – Bondan Lelana) Banaspati dari Gunung Kidul – 3

Orang tua itu segera membelokkan arah kapak ke tanah untuk menghindari kibasan udeng Bondan yang sanggup mematahkan pergelangan tangannya. Sebuah benda menggelinding pelan di dekat Bondan. Semakin meluap darah mudanya ketika melihat kepala Ki Guritno berada di dekat kakinya.

” Kalian akan menyusul mereka. Pergilah ke neraka!” tanpa melihat posisi pelempar, Bondan menerjang sambil menyabetkan kerisnya.

Ubandhana terkejut dengan serangan yang tiba-tiba ini. Segera ditolaknya dengan mengayunkan tombak. Gagal menembus pertahanan Ubandhana, Bondan mengurung dengan sabetan keris dan lecutan udeng yang berkali-kali menimbulkan suara ledakan. Ubandhana merasakan kedashyatan tenaga dalam Bondan yang dialirkan ke ikat kepalanya, aliran tenaga dalam ini menimbulkan efek suara ledakan yang tak begitu keras tetapi sangat menusuk gendang telinga. Laksana badai halilintar, serangan demi serangan Bondan menghujani Ubandhana tanpa jeda sedikitpun. Panjangnya tombak tidak memberi keuntungan bagi Ubandhana. Sabetan udeng mampu membelit ujung tombak, kaki kiri Bondan melayang memburu wajah Ubandhana. Dia terpaksa melepas tombaknya agar bis amenjauh dari sapuan kaki Bondan namun dari bawah keris Bondan yang bebas itu bersiap menembus bagian bawah ketiak Ubandhana.

Tiba-tiba satu bayangan melesat sangat cepat dan menyerang Bondan dengan ayunan kapak panjang miliknya. Bondan membatalkan kerisnya yang mengarah ke Ubandhana demi menghadang kapak yang berdesing hebat.

“..wuuutttt..”

“..traaang..”

Keris Bondan tepat menahan serangan kapak panjang dari bayangan itu.. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ubandhana untuk meraih lagi tombaknya dan berancang-ancang menusuk sisi kanan Bondan. Bondan yang mendengar desis suara tombak segera berguling membuang tubuhnya menjauhi kedua orang yang menginginkan nyawanya.

“Ki Panjul Rejo, nyawa anak ini menjadi milikku !” seru Ubandhana sambil memutar tombaknya dengan sangat cepat dan nampak seperti perisai cahaya yang hendak memburu kepala Bondan. Sekejap kemudian kedua orang muda ini terlibat dalam pertarungan yang sangat cepat. Tanpa terasa sudah berlangsung tiga puluh jurus dan keduanya bertarung seimbang. Keris Bondan yang  mengeluarkan suara menderu itu nampak berputar, berayun dan sesekali menusuk bertubi-tubi. Ubandhana pun tak kalah garangnya, dia meladeni dengan tombaknya yang berputar-putar hingga seperti mengeluarkan gulungan sinar karena terpaan kobaran api. Sesekali dentang senjata beradu dan ketika Ubandhana memutar tubuhnya  untuk menambah kekuatan hantaman, Bondan bergerak lebih lambat. Sengaja dia menerima serangan tombak Ubandhana kemudian menambah tenaga agar tombak Ubandhana berubah arah.

Seketika itu dengan cepat Bondan segera melakukan tusukan ke ulu hati dan bagian bawah leher lawannya. Ubandhana segera melompat ke belakang dan kecepatan tusukan Bondan masih mengenai kulit lehernya.

“..crasss..”

Dia terus mengurung Ubandhana yang mulai kesulitan mengimbangi kecepatan keris Bondan. Keris Bondan terlihat seperti melakukan tarian namun dibalik itu aura haus darah tercium dari suara yang keluar karena begitu cepatnya Bondan menggerakkan keris. Serangan Bondan akan segera berakhir di pusar Ubandhana lalu Bondan mendengar desing dari arah kirinya dan dia kembali menarik kerisnya dan membuang dirinya ke samping demi menghindari serangan kapak yang sangat cepat.

Bondan kini berhadapan dengan Ki Panjul Rejo, sebuah nama yang akrab dia dengar di masa kecil. Namun kenangan itu hanya sekejap saja karena kapak panjang Ki Panjul Rejo sudah menderu-deru mengurung dirinya. Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa, kapak panjang segera menjadi badai yang menghujani Bondan dengan hebat. Setiap kali Bondan berhasil berkelit, dia merasakan perih pada kulitnya karena hawa yang luar biasa keluar dari kapak yang dialiri tenaga dalam.

Ki Panjul Rejo tidak memberinya kesempatan untuk membalas serangan, serangan demi serangan hanya mampu dihindarinya. Merasakan hawa panas luar biasa di bagian punggungnya, Bondan segera membalikan badannya. Berputar sangat cepat sambil menggerakkan kerisnya dengan mengerahkan tenaga dalam yang sedemikian tinggi itu mampu mengangkat beberapa serpihan kayu yang terbakar untuk ikut berputar keatas layaknya sebuah gasing. Dua putaran penuh dilakukan Bondan kemudian melontarkan kayu-kayu yang terbakar itu ke arah Ki Panjul Rejo. Sekejap kemudian, Bondan sudah menyerang dari samping setelah menjejakkan kakinya pada sebuah batu yang seukuran kepala kerbau.

Serangan jarak pendek yang begitu cepat sepertinya tak dapat dihindari oleh Ki Panjul Rejo, lalu dia merendahkan tubuhnya untuk menghindari kayu-kayu yang terbakar lalu melompat menyambut serangan Bondan.

“..traaang….desssss..” dentang senjata beradu dan bersamaan itu pula  telapak tangan bertumbukan dahsyat. Keduanya terpental ke belakang, Ubandhana tidak melewatkan kesempatan itu untuk menerjang Bondan yang belum menginjak tanah. Menggunakan seluruh tenaganya, dia meloncat dan kekuatan tombak itu sekarang berlipat kemudian ditusukkan ke Bondan. Dalam keadaan melayang, Bondan mencoba menangkisnya namun begitu kuat tusukan itu hingga akhirnya tetap meluncur deras merobek perutnya bagian kanan. Ubandhana segera menyusulkan satu tendangan dan telak mengenai ulu hati Bondan.

“..jleeb..” Bondan tejengkang lalu terbanting. Dengan muka memerah menahan amarah dan dari mulutnya kini darah segar deras meleleh! Raut wajah Bondan seakan-akan menjadi api yang akan membakar kedua lawannya.

 

(bersambung)

Terpublikasikan di https://seword.com/cerpen/fsilat-bondan-lelana-banaspati-dari-gunung-kidul-3/

One thought on “(F/silat – Bondan Lelana) Banaspati dari Gunung Kidul – 3

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: