Jusuf Kalla, Anda Sehat?

Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya tidak akan memberi ucapan selamat untuk terpilihnya Anies-Sandi sebagai Gubernur DKI mengingat belum ada SK resmi dari pemerintah. Dan bagaimanapun juga bila terpilih itu adalah suatu kemenangan ya yang pantas-pantas sajalah untuk merayakannya. Dan kepada semua orang yang mengawal Ahok, saya ingin sampaikan bahwa perjuangan ini belumlah berakhir sampai Indonesia dihuni oleh orang-orang yang menjunjung tinggi toleransi dan keragaman. Kita semua telah menjalani hari-hari berat dan melelahkan. Orang-orang hebat hanya akan bekerja dengan cara hebat dan bermartabat. Saya ajak esok hari untuk kembali menuju level puncak yang selama ini telah dihuni dan jangan menurunkan standar karena generasi mendatanglah yang akan mewarisi semangat juang hari ini.

Kembali ke judul lagu.

Tentu saja Jusuf Kalla tidak membaca politik mayat yang dilakukan kucing garong. Pak Kalla,saya ingin bertanya kepada anda, menolak untuk sholat jenazah itu perbuatan beradab atau bagaimana? Memang akan ada sebagian orang yang berkata itu adalah fardlu kifayah. Namun saya tak membahas hukum fiqh tetapi saya bertanya moralnya.

Pak Jusuf Kalla, yang namanya masjid itu sudah pasti bertetangga dengan masyarakat di sekitarnya.Ada takmir atau pengurus masjid berarti secara makna itu berarti masjid menjadi tetangga bagi mereka yang berjarak 40 rumah darinya. Dengan menolak jenazah dan juga telah menjadi area menebar kebencian maka takmir masjid dan mungkin masjidnya juga jauh dari hidayah serta rahmat.

Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya (HR. Bukhari no.6016).

Menolak jenazah itu apakah perbuatan keji? Sekali lagi, yang saya bicarakan adalah moral.

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syuura: 37).

Seorang pelacur yang memberi air minum untuk seekor kucing yang sekarat saja sudah mendapat jaminan ampunan dosa, kalau orang yang menyakitkan hati keluarga yang ditinggalkan itu mendapat apa ya kira-kira pak Jusuf Kalla?

Jadi,jika anda berkata media luar negeri itu tidak adil dalam pemberitaan,sebaiknya juga anda klarifikasikan dan dirinci bila perlu. Sebutkan mana bagian yang tidak adil dan adilnya. Ini penting karena keadilan itu selalu bernilai relatif. Adil buat anda,belum tentu adil bagi saya. Benar kan pak?

“Soal Pilkada, tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence. Saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena [diberitakan bahwa]yang menang [adalah pihak]yang banyak didukung oleh teman-teman organisasi Islam dan sebagainya, dianggap garis keras yang menang,” katanya saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Takziah Muhammadiyah untuk K.H. A. Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (20/4/2017) malam.

Kalla mengatakan, Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh Islam moderat yang paling lembut.

Sumber http://www.suratkabar.id/38186/news/jusuf-kalla-sebut-media-luar-beritakan-pilkada-dki-dengan-tidak-adil

Tak perlu anda bermuka masam atau marah besar ketika sejumlah media luar negeri menuliskan bahwa Pilkada DKI 2017 adalah pilkada penuh intoleran bahkan cenderung biadab menurut saya.

Mereka yang diberi hak untuk berkata di atas mimbar bukannya menenteramkan hati para pendengar. Bahkan sebaliknya, di atas mimbar mereka seolah menjadi Tuhan yang bereinkarnasi. Seolah menjadi Tuhan yang berhak memutuskan ini munafik, itu kafir dan disana beriman. Silahkan anda tanyakan itu kepada Hidayat Nurwahid atau sejumlah elit PKS. Bertanyalah tentang moral dan akhlak. Apakah mengumbar dan menyebar kebencian diatas mimbar itu akhlak seorang muslim?

“Menurut mereka (media Barat), itu adalah kemenangan radikalis atas kaum modernis. Saya bilang itu media Barat perlu belajar demokrasi dari Indonesia. Media Barat perlu belajar komunikasi massa dari media Indonesia,” kata Hidayat dalam keterangan tertulis MPR, Jumat (21/4/2017).

Sumber https://news.detik.com/berita/d-3480151/hidayat-nur-wahid-sesalkan-berita-media-barat-soal-pilgub-dki

Silahkan anda diskusikan dengan Hidayat Nurwahid selaku kader PKS, apakah intimidasi baik pengerahan massa dalam tajuk Tamasya Al Maidah (yang gagal) maupun spanduk berisi kebencian itu bukan radikal?

Imam Al-Qurthubi mengatakan, “Oleh karena itu, bersikap baik kepada tetangga adalah satu hal yang diperintahkan dan ditekankan, baik dia muslim maupun kafir, dan itulah pendapat yang benar” (Tafsir Al-Qurthubi, 5/184)

Nah jika anda berkata Anies Baswedan adalah Islam moderat yang lembut tentu hal itu sudah dia buktikan melalui perbuatan. Contohnya segera menghentikan penolakan jenazah secara nyata dengan mendatangi takmir masjidnya. Bukan berkelit dan sebagainya. Karena kelembutan muslim itu ada pada ketegasan iman. Dan sejauh ini belum ada yang ditunjukkan Anies sebagai muslim moderat. Dan salah satu syarat menjadi Islam moderat itu adalah BUBARKAN ormas radikal seperti FPI, HTI dan sejenisnya. Bahkan anda sendiri,pak Jusuf Kalla, pun nampak tak berdaya dengan kekerasan aksi radikal. Sebaiknya anda membayangkan apa yang akan terjadi bila pasangan basuki-Djarot yang menjadi pemenang? Bakal rusuh atau damai seperti sekarang ketika Badja kalah?

Saya dan sejumlah kecil orang di Indonesia hanya ingin meninggalkan warisan terbaik bagi anak cucu. Sebagian dari kami memang belum move on namun keinginan mewariskan Indonesia bebas koruptor dan menjadi bangsa yang bermental dewasa belum surut. Dan saya yakin tak akan pernah surut apalagi padam.

Salam Indonesia

2 thoughts on “Jusuf Kalla, Anda Sehat?

Add yours

  1. Jk bermain di dua kaki jangan2 lho…ikut mendorong tindakan tersebut dilakukan,serta kelihatan sangat tidak netral sebagai pejabat negara#musuhdalamselimut#
    Slam kenal mas

    Suka

    1. salam kenal. terima kasih sudah berkunjung. saya heran karena beliau kan Ketua Dewan Masjid Indonesia tetapi kok diam saja dengan jenazah-jenazah yang juga jadi korban.
      Dan juga sebagai orang kedua ya seharusnya tidak hanya diam saja atau sekedar berbicara.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: