Prabowo,Anies dan Sandi maka Penuhilah Janji Agar Kalian tetap disholatkan

Beberapa tempat yang berpotensi untuk dilakukan korupsi adalah menghapus peraturan gubernur. Salah satu yang kemungkinan besar diubah atau bila perlu dihapus adalah adalah Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 175 Tahun 2015 tentang Pengenaan Kompensasi terhadap Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan. Dan Pergubnya telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nomor 119 Tahun 2016.

Dan bila itu terjadi, saya hanya mengingatkan Prabowo Subianto tentang satu janji. Janji seorang ksatria tidak akan pernah diingkari apalagi ngeles. Seorang ksatria tidak akan pernah menghindar dari apa yang pernah dia katakan.

“Yang pertama sama sekali tidak boleh korupsi, sama sekali tidak boleh, hanya menguntungkan kelompoknya, keluarganya, harus bekerja sepenuhnya untuk rakyat. Kalau Anies-Sandi ada indikasi dia korupsi, ya nanti saya yang pertama akan mimpin demo turunkan mereka,” kata Prabowo.

Sumber http://www.suratkabar.id/38022/pilkada-dki/jika-anies-sandi-sampai-korupsi-ini-janji-prabowo-kepada-rakyat

Prabowo berkata tentang kelompok. Kelompok disini, menurut saya, adalah sejumlah orang yang berperan aktif dan tidak aktif untuk menyukseskan pasangan Anies-Sandi dalam meraih jabatan Gubernur DKI periode 2017-2022. Dan Prabowo juga mengatakan bahwa dengan memenangkan Anies di Pilgub DKI sama dengan mendorong dia untuk menang di Pilpres 2019.

Sekarang kita beralih menuju dana kampanye. Mengapa DKI yang dijadikan Prabowo sebagai pondasi menuju pilpres 2019? Pikiran buruk saya adalah Anies-Sandi adalah kantung duit atau bakal menjadi sapi perah. Beberapa indikasi ke arah sana sudah terpampang jelas. Salah satunya adalah kehadiran Hari Tanu dalam perayaan kemenangan Anies-Sandi. Peran aktif Hari Tanu aka Perindo di detik-detik terakhir memberi sinyal jelas bahwa Anies-Sandi akan menjadi kuda tunggangan menuju Pilpres 2019. Kalau sudah begini maka sebaiknya warga DKI menghentikan mimpi menagih janji kampanye. Karena mereka mungkin akan sibuk dengan persiapan yang 2 tahun lagi akan digelar. Dan mungkin pula tak akan ada lagi sarapan pagi di Balai Kota mendengar keluhan warga.

Lalu bagaimana dengan janji kampanye? Menurut Jusuf Kalla pada 2015 yang mengatakan “Ini kan masalah politik, janji pemerintah yang harus ditagih masyarakat. Karena masalah politik, hukumannya politik, ya jangan dipilih lagi. Tentu DPR nanti yang mempertanyakan, menuntutnya,” tutur Kalla.

Warga DKI tidak akan pernah mampu menghentikan Anies-Sandi bila mereka ingkar janji. Mereka hanya akan menuntut DPRD untuk pemakzulan dan hanya itu saja. JIka DPRD telah kerjasama baik dengan Anies maka bermimpi dan berdoalah agar ada keajaiban. Karena warga DKI hanya akan menghukum dengan tidak memilih di periode kedua. Tetapi apa artinya itu? Nihil. Karena akibat sudah menjalani takdirnya. Artinya begini, per Nopember 2017 akan dimulainya janji kampanye direalisasi atau diingkari. Contoh pertama adalah janji menutup Alexis. Boleh jadi tidak akan pernah ditutup karena Anies mengatakan (sehari tanggal pilkada) hanya akan menutupnya bila melanggar perda. Lantas bagaimana bagi warga DKI yang terlanjur memilihnya karena janji menutup Alexis? Gigit jari atau ngupil?

Stadion sebesar Old Trafford untuk Persija. Sampai sekarang belum ada ucapan Sandiaga Uno tentang lokasi stadion dan sketsa bangunan. Hmmm,,tentu pendukung Persija juga akan gigit jari sambil melempar telur matang ke Sandiaga.

Akhir kata.

Janji seorang pejabat tetaplah sebuah janji tanpa peduli tentang kesalihan atau agama yang dianutnya. Mengingkari janji hanya bisa dilakukan oleh orang yang di dalam hatinya mempunyai penyakit munafik. Keimanan dan kemunafikan adalah hal yang berbeda dan saling menjauh. Bila hatinya dominan sifat munafik, maka iman hanya sebesar kotoran di ujung kuku. Sebaliknya, bila keimanan menjadi cahaya di hatinya maka kemunafikan juga tidak akan mendapat tempat.

Pada hari-hari yang telah lewat, muslim pendukung Ahok memperoleh stempel munafik. Dan esok hari, ketika pejabat yang terpilih ternyata mengingkari janji, saya ingin tahu mereka  akan memberi stempel apa pada jidat mereka sendiri dan pejabat yang dipilihnya. Dan seorang munafik itu juga jelas indikatornya.

  1. Bila berbicara selalu bohong.
    Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.
  2. Bila berjanji, tidak ditepati
  3. Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat.

Jadi untuk Prabowo,Anies,Sandi dan sejumlah orang yang berada di belakang mereka telah ada tiga ciri orang munafik berdasarkan hadits nabi. Silahkan anda untuk memilihnya, memenuhi ketiga syarat atau menjauhi berusaha teguh pada janji. Kalau mereka ternyata tidak memenuhi janji maka para pendukung Anies-Sandi tetap konsisten untuk tidak sholatkan jenazah mereka.

Salam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: