Kemenangan Haram Karya Eep Saefulloh

Bisa saja Eep Saefulloh menganjurkan politisasi masjid berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang dia miliki selama ini. Kita semua tahu bahwa Eep ini adalah ilmuwan bidang politik. Dari hulu ke hilir tentu sudah meyakinkan bahwa politik adalah bidang ilmu yang dia kuasai luar dalam.

Eep juga tahu bahwa dalam mewujudkan perubahan itu sering dimulai dari hal-hal yang kecil. Dan dalam politik untuk merubah atau memenangkan satu pilkada maka itu dilakukan dari individu.

Strategi Eep Saefulloh Fatah untuk memasuki masjid sebagai ajang politik adalah karena dia tahu bahwa masjid ini adalah unit kecil dalam masyarakat yang secara konsisten menjadi tempat berkumpul. Umat Islam akan berkumpul lima kali di masjid dan dimulai dari Subuh hingga Isya. Bukankah itu hal yang efektif untuk menanamkan propaganda? Ada beberapa orang yang secara rutin berkumpul di masjid dan sering kali dalam keadaan “blank”. Artinya disini adalah orang menuju masjid tidak untuk berpikir tentang hal lain. Dia mengosongkan pikiran dan kekosongan itu akan diisi dengan berbagai pesan politis maka secara perlahan akan menguasai alam bawah sadarnya.

Eep tahu betul bahwa umat Islam sering dijadikan alat pemukul yang setelah usai acara maka alat ini akan disimpan kembali.

Namun anjuran atau saran Eep untuk menguasai masjid justru berpotensi untuk memecah belah umat Islam itu sendiri. Dalam rekaman videonya, Eep berkata tentang merebut hak. Dan bila anjuran “rebut hak” ini dirasakan oleh orang lain sebagai upaya menindas maka bisa saja yang terjadi adalah kerusuhan.

Begini, ketika ada sejumlah orang berkata di atas mimbar dengan satu nada yaitu jangan pilih pemimpin non muslim dengan argumen Al Maidah 51 ditambah ancaman menjadi kafir atau munafik dan neraka plus seruan rebut hak kepemimpinan, tentu akan didengarkan oleh banyak orang tanpa ada bantahan. Karena gaya komunikasi masjid adalah komunikasi satu arah. Namun ketika ada satu atau beberapa pendengar yang tidak sepaham lantas berdiri untuk membantah atau mengatakan hal yang berbeda, kira-kira apa yang akan terjadi? Bentrok dan pengeroyokan atau sebuah jalan keluar tanpa intimidasi?

Buruknya lagi bila ada perlawanan dari masjid lain yang berbeda penafsiran, umat Islam akan terpecah karena masing-masing akan membela apa yang dia yakini benar.

Strategi Eep Saefulloh untuk memasuki masjid benar-benar strategi yang berbahaya untuk diterapkan. Entah dengan koordinasi atau tanpa koordinasi namun Anies-Sandi telah melakukan kampanye terselubung jika berdasarkan sumber berikut :

Anies-Sandi juga diduga melanggar Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 yang merupakan perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada terkait larangan kampanye di tempat ibadah.

Hal itu disampaikan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Senen, Leli. Ia menemukan dugaan pelanggaran kampanye itu saat Anies menghadiri deklarasi dukungan dari Forum Ustadzah Bela Negeri di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Lokasi deklarasi Forum Ustazah mendukung Anies-Sandi berada di lantai 2, Aula Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Aula itu bertempat di bawah masjid yang berada di lantai 3 dalam gedung tersebut.

http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170309182114-516-199087/anies-terbelit-program-rp1-miliar-dan-kampanye-di-masjid/

Boleh saja tim Anies-Sandi berkelit dengan mengatakan itu bukan tempat ibadah karena kegiatan tidak di area untuk sholat. Alasan seperti itu jelas menunjukkan kegagalan memahami arti sebuah rumah. Jika ada orang yang mencuri sandal di halaman dari sebuah rumah, apakah orang itu dapat dikatakan mencuri di rumah si A atau tidak? Karena ruangan yang berada di dalam dan halaman maupun teras itu secara makna sudah dapat dikatakan bagian dari rumah.

Secara hukum fiqh dalam Islam, kegiatan Anies-Sandi di atas sudah melanggar hukum Islam itu sendiri. Karena yang dikatakan masjid itu adalah lingkungan yang masih berada di dalam pagar masjid. Jadi lantai dua itu termasuk bagian masjid atau di luar masjid? Para ulama telah menggariskan satu kaidah yang menyatakan,“Sekelilingnya sesuatu memiliki hukum yang sama dengan hukum yang berlaku pada sesuatu tersebut.”

Kesepakatan ulama itu bukan kesepakatan yang asal-asalan tanpa rumusan. Salah satunya yang saya pahami adalah sebuah hadist :

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram”.

Di sisi lain, apa yang telah dilakukan Eep dan ANies-Sandi itu juga termasuk syubhat. Syubhat adalah

Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar (syubhat), yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa yang menghindari syubhat itu berarti dia telah membersihkan diri untuk agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat itu berarti dia terjerumus ke dalam perkara yang haram,  (HR Bukhari-Muslim)

Berdasarkan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pada Pasal 78 huruf i tertuang dalam kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan. Kemudian sesuai dengan Pasal 116 ayat 3 tiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan larangan pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana tercantum pada Pasal 78 huruf i diancam dengan pidana penjara paling singkat sebulan atau paling lama enam bulan.

http://nasional.kompas.com/read/2012/07/26/15474999/Dilarang.Kampanye.di.Rumah.Ibadah

Apakah politisasi masjid itu dilarang oleh Islam?

Sebenarnya itu sama dengan menjadikan masjid sebagai pasar atau bursa atau tempat jual beli. Kampanye adalah perdagangan juga. Karena kampanye itu sama dengan promosi hanya saja yang membedakan adalah barang atau jasa yang dijual. Barang dagangannya adalah calon eksekutif atau legislatif. Jasa yang dijual adalah program kerja.

Kekalahan paslon Badja itu sudah biasa karena memang inilah konsekuensi dari sebuah pertandingan atau kompetisi.

At Taubah 105

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Kata BEKERJA yang disebutkan oleh ayat diatas tidak saja berbicara tentang hasil namun juga proses karena pada akhir ayat juga disebutkan bahwa Allah akan memberitakan apa yang telah dikerjakan. Jadi semua konspirasi, rencana busuk dan sejenisnya akan dibuka. Entah hari ini, esok atau di saat manusia dibangkitkan.

Kemenangan yang diraih melalui sejumlah pelanggaran,terutama memanfaatkan masjid, justru menunjukkan bahwa kaum ini tidak siap untuk kalah dan juga yakin bahwa mereka akan kalah bila kompetisi berlangsung secara sehat dan adil.

Benar begitu ya Eep? Bahwa anda sudah menghitung bahwa Anies-Sandi akan pasti gagal meraih kursi gubernur bila bicara program. Sehingga anda memanfaatkan momen pendek itu untuk meraih hasil maksimal. Anda tahu bahwa umat Islam adalah mayoritas dan merupakan pasar politik yang potensial untuk digarap. Pencitraan diri dan citra politik mulai dibangun melalui unit-unit kecil yang bernama mimbar. Gerilya dari mimbar ke mimbar adalah suatu jalan yang mungkin menurut anda sah dilakukan tetapi haram menurut Islam.

Segala sesuatu yang melanggar batasan halal dan haram, tidak akan pernah membawa berkah selamanya. Memanfaatkan masjid untuk politik adalah undangan masuk untuk memecah belah kesatuan dan persatuan dan akan berujung pada putusnya silaturahmi. Eep, Anda akan dikenang dalam sejarah politik Indonesia sebagai orang (mungkin) pertama menganjurkan masjid sebagai area politik dan bila ada perpecahan antar muslim dan berawal dari masjid politik, yakinlah nama Anda akan abadi.

Kepada warga Jakarta, saya ingin mengatakan bahwa keberkahan tidak akan pernah ada bersama hal-hal yang diharamkan.

Untuk Eep dan orang-orang yang menolak sholat jenazah beserta kaum yang konsisten menebar kebencian melalui mimbar. Ada baiknya Anda mempelajari kandungan sebuah hadits :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:

“Sesungguhnya Iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang shalih, tapi dia terus mengusahakan adu domba sesama mereka”. [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2812)

Kebenaran hakiki adalah milik Allah semata.

Salam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: