Etos Kerja Aher Berdasarkan Al Quran

Teriakan bahwa Jokowi adalah antek komunis tentu tidak berdasar apapun. Apalagi jika hanya melihat bagian kerjasama dengan China tentu makin pasti bahwa tuduhan itu tidak disertai dengan akal sehat. Apabila kaum radikal menggunakan kaidah “lihatlah seseorang melalui temannya” itu seperti menunjuk jari bahwa Aher juga antek komunis.

Sebenarnya sangat sederhana untuk mempelajari psikologi seseorang. Makin dia berteriak “ada komunis” ya ada kemungkinan dia sendirilah yang komunis. Komunis bisa memakai baju apa saja. Dari berbaju agama sampai bikini renang. Kemudian dari semua tuduhan ke lawannya hanya berakhir di kekuasaan. Kebebasan berpendapat dan berpikir itu bukan berarti seenaknya menjadi iblis. Kalau saja iblis juga mengenal media sosial ya mungkin kita akan tahu kegeraman iblis. Memecah belah dan menjadi munafik itu merupakan bidang spesialisasi iblis, lha kok sekarang malah manusia berusaha mendongkel iblis jadi pengangguran? Yang waras siapa?

Balik ke Aher.
Kata orang, Aher ini mumpuni dalam pengetahuan agama. Bener ya?
Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin Aher dituduh antek komunis hanya karena dia teken MOU dengan China? Saya yakin pasti pendukung Aher, apalagi PKS, akan bingung menjawabnya.

Dari sisi lain.
Kasus kubur diri warga Karawang juga menjadi bukti jika Aher benar-benar paham agama. Bahwa semua permasalahan akan selesai dengan sendirinya seperti kehendak Allah. Benar ya? Presiden Joko Widodo yang mengambil alih kasus tanah Karawang ini pun akan dipandang sebagai kehendak Allah juga. Artinya, dengan menjadikan Aher sebagai kader PKS Gubernur Jawa Barat selama 10 tahun ini berarti masalah banjir, konflik tanah dan sebagainya akan selesai dengan sendirinya.
Sederhananya begini, dengan memilih calon yang diajukan PKS itu berarti kita sama dengan “berharap emas turun dari langit tanpa perlu bekerja”.

Lalu apa hubungannya terkait MOU dengan China? Nah itu menunjukkan bahwa orang yang hafal 30 juz Al Quran ternyata tidak alergi kerja bareng komunis. Serta bukti konflik tanah Karawang yang sudah belasan tahun juga ternyata bisa diselesaikan dengan doa. Doa juga sudah terjawab yaitu dengan Allah memilih Joko Widodo sebagai utusan untuk selesaikan konflik tanah Karawang.
Lha gubernurnya kemana? Itu kan sudah saya jawab, gubernur sedang berdoa.

Begini.

Seseorang yang hafal Al Quran apalagi hafal 30 juz itu berarti paham betul arti sebuah kerja keras. Bahwa suatu kaum tidak akan berubah sebelum dia berusaha mengubah nasibnya. Ayat itu pasti dan pasti akan dijalankan dengan sejumlah program pembangunan. Dari pembangunan mental hingga fisik.

Dia juga paham betul bahwa perencanaa yang maksimal dan matang akan mempengaruhi hasil pembangunan. Setiap muslim wajib memperhatikan apa yang akan dikerjakan esok hari. Ini berarti esok harus ada rencana atau minimal ada kegiatan positif yang bermanfaat. Kegiatan ini bukan semata berdoa atau duduk merenungi penciptaan alam. 

Kan wajar kalau saya meragukan sosok Aher yang katanya mumpuni ilmu agamanya. Lha wong kasus Karawang dan banjir juga tak nampak hasil usahanya.

Sekarang berhentilah bicara tentang ilmu agama yang mumpuni bila dia tak bisa bekerja. Saya bukan orang sekuler tetapi Nabi Muhammad pun turut kerja bakti. Abu Bakr pun memikul kayu bakar ke pasar. Lha Aher? Selama konflik Karawang ini dia kemana dan sedang apa? Berdoa? Betul?

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”, (QS. Al-Qashash: 26).

Islam mengajarkan tentang bekerja sesuai ayat diatas. Bahwa seorang pekerja,apalagi pemimpin, wajib memiliki kekuatan. Kekuatan dalam arti kemampuan. Ini bermakna dapat diandalkan dan dipercaya bisa bekerja dengan baik. Sejauh ini, apakah Aher sebagai kader PKS sudah bekerja dengan baik?

Bagaimana dengan janji kampanye? Syarat menjadi pemimpin dalam Islam adalah dapat dipercaya. Apakah Aher dan PKS sudah memenuhi janji-janji saat kampanye?

Melihat etos kerja Aher yang kader PKS, rasanya sudah bukan saatnya bagi warga Jawa Barat untuk memberi kesempatan bagi kader PKS memimpin Jawa Barat lagi.

 

Salam Indonesia

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: