Tengku Zulkarnaen Harus Belajar Agama dan Sejarah

Rakyat Indonesia memang tidak 100% beragama Islam. Dan tidak ada satu pun yang mengatakan bom Samarinda itu sebagai isu murahan. Tengku Zulkarnaen yang katanya adalah seorang ulama justru mengeluarkan kalimat yang sangat menyakiti hati orang lain. Tidak saja umat Kristen, tetapi juga umat Islam. Masalah Bom Samarinda itu bukan sekedar mengebom sebuah gereja tetapi kebiadaban, satu kerusakan yang terulang atas nama agama.

“Tolong ‘pengkhianat bangsa’ yang mau membelokkan isu Bom Samarinda ini ke gerakan 411 ini tolong diwaspadai. Ini isu kampungan,” kata Tengku saat dihubungi Republika.co.id, Senin (14/11).

Ucapan yang tidak pantas dikeluarkan lagi oleh seseorang yang sering mengisi pengajian tentang perjalanan Nabi Muhammad (shirah nabawi). Sungguh hebat benar orang ini. Nabi Muhammad tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang meyakitkan perasaan orang lain dan untuk itulah gelar “Akhlak Yang Agung” disematkan pada beliau,lha orang ini? Mungkin saja syarat menjadi pengurus teras MUI adalah memiliki akhlak kelas begituan seperti Tengku Zulkarnaen. Berdakwah Islam itu bukan melalui ide khilafah atau sejenisnya. Tetapi memberitahu umat tentang mana yang benar dan salah. Mana yang mencuri dan jangan mendekati pencurian serta dakwa-dakwah bil haq (dakwa tentang nilai kebenaran) yang lainnya.

Terkait dengan cuitan di media sosial.

 

Mental jongos yang anda katakan pada orang JAWA juga menyinggung perasaan saya. Mental Jongos Jawa diajukan sebagai biang keladi lamanya penjajahan Belanda dan Laskar Po An Tui dijadikan alasan sentimen untuk mereka yang berdarah China. Saya tak perlu mengatakan tentang hubungan antara kakek saya dengan KH Ahmad Dahlan, tak perlu pula mengatakan dimana nenek buyut saya mengaji di Jombang. Saya hanya cukup bertanya kepada anda yang mengaku ulama, kemana hati nurani? Dan dengan adanya ide khilafah yang bukan berasal dari umat Islam yang lahir di Nusantara, siapakah jongos sesungguhnya?

 

Saya jelaskan disini dan baca baik-baik ya Tengku Zulkarnaen.

Proklamasi adalah klimaks dari perjuangan seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Sebuah perjuangan yang salah satu rangkaiannya adalah Sumpah Pemuda yang terjadi di saat Tengku Zulkarnaen belum lahir.

Sekarang, saya akan ikuti anda dengan 90% rakyat Indonesia adalah muslim. Saya kutipkan sebagian isi dan baca baik-baik Pembukaan UUD 1945.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia  menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Paham maksud saya? Kata “rakyat Indonesia” diatas  sudah mengacu pada 90% muslim dan itu berarti kesepakatan bentuk NKRI. Bukan khilafah toh khilafah itu hanya mimpi impor. Kesultanan Ottoman itu bukan bentuk khilafah. Ketika ada yang mengatakan kekhilafahan sudah berakhir di 1924 maka sebenarnya itu adalah pembodohan massal. Karena yang berakhir adalah kesultanan atau kerajaan. Khilafah sudah berakhir seiring dengan wafatnya Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Selebihnya adalah rekayasa politik agar dipercaya umat Islam. Dan bukan tidak mungkin Riza Chalid berada di balik sokongan dana untuk tetap menghembuskan nafas khilafah. Bila itu terjadi, mungkin saja dia akan mengangkangi bisnis minyak seperti saat dia bekerja di masa dinasti Cendana hingga awal pemerintahan Jokowi.

Teks Proklamasi dan sejenisnya hanya dimiliki oleh beberapa negara. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki deklarasi kemerdekaan (Proklamasi). Ini berarti  kemerdekaan negara-negera persemakmuran itu berbeda dengan kemerdekaan bangsa Indonesia. Proklamasi adalah wujud nyata dan sebuah pernyataan tegas dari para pendiri bangsa serta amanat dari leluhur bangsa. Dengan adanya teks Proklamasi maka sebenarnya Indonesia telah kuat secara hukum maupun fakta. Berbeda dengan Australia atau mungkin Saudi. Proklamasi adalah pernyataan awal tentang bentuk negara, yaitu NKRI. Saya kutipkan sebagian isinya supaya anda melek sejarah.

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l.,

Sehingga 90% muslim menyatakan kemerdekaan dan dengan diwakili sejumlah kyai, umat Islam sepakat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selaras dengan teks Proklamasi, isi pembukaan UUD 1945 juga menyatakan suara dari 90% rakyat Indonesia.

Apabila negara ini dirubah bentuknya menjadi khilafah atau perserikatan ini sama saja menyerahkan kembali Indonesia ke bentuk penjajahan baru. Bangsa Indonesia yang 90% muslim ini akan diperbudak dengan cara baru oleh penjajah yang lama dan yang baru. Sebuah neo imperalis sudah mengancam kesatuan negara ini melalui ormas radikal yang belakangan mengatakan berdakwah atas nama Islam. Dengan ide adanya NKRI Syariah atau khilafah ini sebenarnya pengkhianatan atas perjuangan para umat Islam terdahulu. Menunjukkan bahwa seorang Tengku Zulkarnaen tidak mengerti sejarah dan nilai sebuah sejarah.

Tengku Zulkarnaen, apakah Saudara sudah makan hari ini?

Salam Indonesia

One thought on “Tengku Zulkarnaen Harus Belajar Agama dan Sejarah

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: