Masa Depan Sastra Sumba

Bila sastra NTT dihitung sejak publikasi pertama oleh Gerson Poyk tahun 1961 maka pada hari ini usia sastra NTT baru mencapai 56 tahun. Usia yang begitu muda jika dibandingkan dengan sejarah panjang budaya di Nusa Tenggara Timur, terutama pulau Sumba. Tentu banyak faktor yang biasa dijadikan alasan tetapi tujuan utama bukanlah sedang mencari apa yang patut disalahkan.

Sumba mungkin tidak mengenal budaya menulis dari jaman kuno. Setiap pesan dan hikayat diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Sumba. Tata cara peribadatan agama setempat yang dikenal dengan nama Marupu juga diajarkan secara lisan. Bahasa Sumba, sebagaimana halnya bahasa Jawa, juga memiliki tingkatan dan dialek. Dialek Sumba Barat biasa disebut Wewewa dan dialek Sumba Timur dinamakan Kambera. Dan yang setingkat dengan Kromo Inggil dalam bahasa Jawa adalah Luluku, dialek ini biasa digunakan oleh para bangsawan dan pemuka rohani dalam agama Marupu.

Upaya-upaya pelestarian bahasa Sumba, baik dalam dialek Wewewa maupun Kambera, secara tidak langsung telah dilakukan oleh umat Kristen yang berusaha keras menerjemahkan Injil ke bahasa Sumba. Pada tahun 1909, Pendeta Wielenga berhasil membuat kamus Bahasa Sumba dan Tata Bahasa Sumba dalam dialek Kambera.

Mengingat usaha keras Pendeta Wielenga dan sebagai upaya menghargai jasa besar beliau dalam kesusastraan, seyogyanya sejumlah pihak yang memangku tanggung jawab pada budaya mulai melakukan kajian kembali. Hal ini disebabkan di masa sekarang sangat  sulit dijumpai sebuah karya sastra Sumba kuno yang ditulis ulang. Menjadi kekhawatiran adalah jika di kemudian hari sastra Sumba akan musnah dan kemusnahan ini akan berjalan seiring dengan makin sedikitnya orang yang berkomunikasi dengan bahasa Sumba.

 

Salam Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: