Parade 1001 Kuda Siap Menggetarkan Dunia

Kuda dan Tradisi Sumba

Kuda merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat Sumba. Hari raya ajaran Marupu menjadikan kuda sebagai elemen yang mendasar. Sebuah doa atau mantra dalam bahasa Kodi diucapkan untuk memberi berkat pada kuda.  “Deke awaiyya lapa ndalu tanaka paiha ndara tanaka ambu wanga bahaya” yang berarti (aku seru air dalam tempayang ini untuk menyirami kuda, supaya tiada dapat halangan dan marabahaya). Dari konteks doa sekiranya dapat dipahami bahwa sekalipun penunggang kudanya meninggal dalam pertempuran akan tetapi kematian itu tidak boleh terjadi pada kuda mereka. Kuda akan tetap pulang sekalipun tanpa penunggang karena dia tahu jalan pulang. Selain itu, dalam kepercayaan ajaran Marupu, kuda akan dibutuhkan karena dipercaya akan mengantar roh dalam upacara kematian. Dalam istilah lain, kuda akan mengantarkan penunggangnya untuk bertemu kembali dengan para leluhur mereka

Keberadaan kuda dalam kultur masyarakat Sumba akan semakin ditegaskan melalui Parade kuda Sandelwood sedaratan Pulau Sumba yang sebelumnya dijadwalkan akan digelar pada 24-31 Mei 2017 diundur menjadi 3-10 Juli 2017. Demikian seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu. Pengunduran jadwal ini selain sebagai rasa solidaritas untuk menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, juga memberi kesempatan kepada panitia agar lebih matang dalam persiapan.

Dalam parade ini sudah pasti akan diramaikan dengan Festival Tenun Ikat. Tenun Ikat akan menjadi bukti kekayaan seni di bumi Nusa Tenggara Timur. Tenun Ikat Sumba memiliki keunikan dalam pola dan motif. menggambarkan kehidupan. Masyarakat Sumba berbicara tentang kehidupan dengan menggunakan simbol flora dan fauna di sekitar mereka termasuk tokoh-tokoh mitologi dalam khazanah budaya di Sumba.

Parade 1001 kuda ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata internasional.Kuda Sumba yang memiliki perawakan lebih besar dari jenis-jenis kuda yang ada di Indonesia tentu akan menarik minat wisatawan domestik maupun internasional. Dengan begitu parade ini akan menjadi semacam maklumat bahwa Kuda Sandelwood siap berprestasi secara internasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Nusa Tenggara Timur itu tidak hanya sebatas Pulau Komodo dan Nihiwatu.

 

Salam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: