Di Warung Kopi Kami Bicara Tentang Teroris

Usai sholat Subuh, saya sempatkan minum kopi bersama beberapa jamaah. Berbagai macam profesi ada di satu lingkaran kopi saat itu.

Seorang kawan,sebut saja PK, berprofesi sebagai tukang parkir berkata : ini pelaku bom, bagaimana ustadznya mengajarin jihad ya? Semua nabi itu dakwahnya lemah lembut. Nabi Musa ke Firaun saja tidak pakai kata-kata kasar. Nabi Ibrahim juga bertutur kata sopan namun tegas.

HD (profesi penjual daging keliling) : itu mungkin karena ustadznya butuh fulus (sambil terkekeh)

Yang mendengarkan percakapan kedua orang ini juga terkekeh.

Berbagai dalil dan pendapat mereka pun kemudian mendominasi percakapan.

Dan pada akhirnya, om berinisial PK mengatakan kalau orang China saja tidak boleh dibunuh, apalagi polisi yang muslim. Membunuh polisi karena beralasan polisi adalah thogut itu sudah jelas salah dalam mengaji. Polisi muslim yang sedang bertugas juga sebenarnya sedang beribadah.

Saya juga mendengarkan seseorang berkata sangat jelas. Beliau berkata jika para pelaku bom ini adalah orang yang frustasi dalam hidupnya.

Dan sebelum saya meninggalkan tempat,om PK mengatakan kalau pelaku bom itu bukanlah orang yang beragama.

Demikianlah. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: