Sumber Kegaduhan adalah Mereka yang Mengatasnamakan Islam dan Umat Islam

Ansufri Sambo beserta gerombolannya merupakan jenis manusia yang sering menimbulkan kegaduhan. Bila kita merunut sejak 2016, kita  saksikan dan kita lihat bahwa Ahok sudah diproses oleh pihak kepolisian sejak tanggal 27 September 2016.

Dan pada tanggal 24 Oktober 2016, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Senin (24/10), telah memenuhi panggilan Bareskrim untuk diperiksa sebagai saksi.

Proses pemeriksaan atas dugaan penistaan agama sudah dilakukan dan sesuai dengan prosedur hukum. Dalam hal ini memang tidak mengandung syarat seberapa cepat laporan diproses hingga diajukan ke kejaksaan. Konstitusi tidak mengatur tentang jangka waktu. Ini adalah logis dan masuk akal karena memanggil saksi sera mengumpulkan barang bukti memang bukan pekerjaan mudah. Kalau memang memanggil saksi itu mudah tentu Rizieq FPI tidak perlu melarikan diri ke Saudi.

Harus kita akui bahwa situasi negara memang gaduh terhitung sejak bulan Oktober 2016 hingga sekarang. Bila kita mencermati maka sumber kegaduhan itu hanya berasal dari satu pihak. Gerombolan Rizieq FPI. Yup, hanya gerombolan ini yang menjadikan situasi politik tanah air menjadi bising dan berisik. Kemanapun dan dimanapun mereka selalu meminjam kata Islam dan kata umat. Sehelai rambut saya pun tidak merasa terwakili dengan kehadiran mereka. Karena saya mustahil mengeroyok atau mengintimidasi seorang wanita atau seorang anak kecil.  Namun gerombolan ini lantang mengintimidasi bangsa dan negara dengan deklarasi makar. Sebuah makar akan dilakukan bila Ahok dinyatakan bebas dan sebuah makar jika tidak ada penghentian kasus percakapan mesum yang dilakukan Rizieq FPI.

Memalukan? Tentu.

Seorang ulama akan berhenti menjadi ulama dan tidak pantas menyandang gelar ulama bila dia melakukan tindak kriminal. Tidak ada ulama yang dikriminalkan, yang ada hanyalah kriminal yang diulamakan.

Bagi setiap manusia Indonesia yang percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya tentu akan sepakat bahwa ketertiban umum itu berada di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam bisnis Eep Saefulloh, sudah jelas jika kepentingan kelompok berada diatas kepentingan umum, hal ini bisa dilihat dari politisasi masjid. Dalam konteks kasus balada cinta Rizieq FPI, tentunya seorang Rizieq FPI harus mentaati hukum yang berlaku karena bagaimanapun juga dia masih memegang paspor RI dan KTP Republik Indonesia. Dan kita melihat fakta yang terbalik. Dia membangkang hukum dengan alasan yang tidak pernah dapat dinalar oleh seorang anak SMP kelas 1.

Seorang ulama akan berhenti menjadi ulama bila dia terlibat politik praktis. Artinya disini adalah setiap orang yang bergerak atas nama agama demi kebebasan Rizieq FPI berarti dia merupakan bagian dari radikal secara sosial. Radikal sosial akan selalu bertujuan politis. Dalam kata lain, dia akan menghalalkan segala cara termasuk berkomplot dengan koruptor. Dan seperti yang saya utarakan di tulisan sebelumnya, bahwa radikal sosial sudah bukan bagian dari agama, bukan bagian dari Islam. Karena sebaik-baik keislaman seseorang itu apabila dia berdiri di tengah.

“Peganglah petunjuk yang moderat (qaashidan), karena sesungguhnya orang yang memberat-beratkan agama, dia akan kalah.” (HR. Ahmad dari Buraidah).

Mutharrif bin Abdillah Asy-Syikhkhir mengatakan , “Sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengahnya.” (HR. Al-Baihaqi)

Maka tak heran bila sekelompok orang yang mengatasnamakan umat Islam kini menuntut pergantian kekuasaan bila Rizieq FPI benar-benar harus menjalani hidup sebagai terdakwa. Tak perlu heran dalam hal ini jika ada sebagian orang berkata bahwa keislaman orang-orang yang tergabung dalam ikatan togel itu sebenarnya tipis.  Untuk memahami Islam saja mereka sudah gagal, lalu bagaimana mereka memahami Pancasila? Mengganti Pancasila sebagai dasar negara hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang tipis keislamannya. Sekalipun mereka mengaku tebal iman dan tebal Islam. Dan yang memalukan adalah jika ada pejabat negara yang setuju dengan tindakan gerombolan ini. Bahkan sekalipun dia seorang presiden! Akhirnya akan menjadi tanda tanya bila Jusuf Kalla setuju dengan SP3. Akan banyak kecurigaan bila Jusuf Kalla memberi masukan kepada presiden untuk mnghentikan kasus percakapan mesum yang melibatkan Rizieq FPI.

Gerombolan ini beserta pendukungnya akan kesulitan untuk mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Gerombolan ini akan selalu merasa teraniaya dalam kehidupan sosial yang majemuk. Boleh jadi mereka akan mati berdiri bila harus tinggal di Thailand atau Jepang. Karena hidup di Jakarta saja sudah menjadikan mereka lupa daratan.

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,bahwa Nabi Muhammad pernah menyatakan agar kita (umat Islam) selalu mendengar dan taat kepada pemimpin sekalipun mereka menyiksa dan mengambil harta kita. Tetaplah mendengar dan taatilah mereka.( hadits no 1847)

Berdasarkan hadits diatas, saya meyakini jika kita tahu dimana posisi Rizierq FPI dan gerombolan togel.

Penutup.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Sampai hari ini telah jelas tentang siapa sebenarnya yang sering membuat gaduh dan mengacak-acak kerukunan hidup umat beragama. Kegaduhan yang terjadi saat ini karena pembangkangan gerombolan Rizieq FPI ini karena mereka tidak memahami Al Quran dan Hadits secara benar. Bahwa setiap perselisihan dan kegaduhan harus dicarikan jalan keluarnya melalui Al Quran dan Hadits. Dan melalui 2 petunjuk itu pun sudah jelas bahwa setiap mukmin wajib mentaati ulil amri. Wajib mentaati kesepakatan. Siapa ulil amri yang dimaksud? Tidak lain dan tidak bukan adalah aparat penegak hukum.

Kesepakatan apa yang dimaksud? Hukum yang berlaku di Indonesia. Rizieq FPI tidak mempunyai keistimewaan khusus jika dibandingkan dengan dr Fiera Lovita. Kedua orang ini sama dalam hukum dan sama sederajat dalam kemanusiaan.

Demikianlah. Salam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: