Meraba Kemungkinan Menjadi Golput untuk Legislatif 2018

Memang sangat memalukan melihat dagelan badut yang tergabung dalam Panitia Susahin KPK. Karena masing-masing terikat dengan kebusukan akhirnya Tuhan pun dibajak agar terlihat merestui perilaku korupsi berjamaah.

Sudah banyak penulis yang mengulas sisi lain para pangeran kegelapan. Sudah banyak kritik tajam dan menyengat yang diutarakan untuk pewaris kejahatan. Namun kritik dan opini keras nan tegas justru menjadikan para pangeran kegelapan ini makin membabi buta. Saya tak mampu membayangkan jika seandainya saya ini istri seorang dari anggota panitia susah. Tak pula sanggup bayangkan jika saya ini menjadi anak pangeran kegelapan. Kalau anak Amien Rais dan Jusuf Kalla saja segera pasang badan demi bapaknya, lha anak-anak dari pangeran kegelapan ini lebih memilih diam.

Apakah memang sudah begitu busuknya orang tua mereka sehingga anaknya sampai malu untuk membela bapaknya? Ataukah para budak kegelapan ini telah mendoktrin anaknya agar tidak turut campur urusan bapaknya? Tentu bukan wilayah kita untuk menjawab. Itu urusan mereka dan keluarganya.

Namun sangat disayangkan jika mereka, para keluarga anggota panitia susah, lebih memilih diam. Dan kita hormati saja pilihan mereka kali ini.

Lanjut!
Ancaman yang diserukan oleh salah satu anggota panitia susah terkait anggaran bagi Polri dan KPK ini menegaskan bahwa di masa mendatang harus ada peraturan untuk menenggelamkan anggota dewan. Karena periode ini telah terbukti bahwa sebagian dari mereka masih kanak-kanak dan belum lepas dari buaian emak. Bila presiden bisa dimakzulkan melalui parlemen jalanan dan parlemen ruangan (seperti omongan sampah pemilik bibir gravitasi), seharusnya anggota dewan juga bisa dimundurkan tanpa melalui mekanisme partai.

Sejauh ini tidak ada partai yang memecat kadernya yang tergabung dalam panitia susah. Kenapa? Ada apa? Apakah Surya Paloh punya suara terkait hal ini? Megawati? Jangan kalian berlindung dalam koridor demokrasi! Karena apa yang dilakukan kader-kader kalian di panitia susah itu sudah menyimpang dari ideologi dan nilai demokrasi itu sendiri.

Satu sila dalam Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Berpedoman pada sila ke empat dari Pancasila, telah jelas menunjukkan pada kita semua bahwa panitia susah angket KPK ini bertentangan dengan apa yang disebut HIKMAT KEBIJAKSANAAN. Kita sama sekali tidak memperoleh penjelasan logis tentang nilai moral yang dipertahankan oleh panitia susah. Palu siding yang diketuk itu merupakan suatu manipulasi karena mengabaikan sendi yang ditanamkan melalui Pancasila. Bahwa setiap keputusan itu dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan mengutamakan kepentingan bersama. Bukan mengutamakan kepentingan berjamaah. Kepentingan bersama disini berarti kehendak rakyat juga dilaksanakan bahwa KPK harus lebih kuat dan ganas bagi para rente penghisap uang rakyat dan rente komisi seperti yang dilakukan oleh sepasang suami istri Gubernur Bengkulu dan Banten.

Hari ini, sebaiknya kita semua berpikir tentang cara menenggelamkan anggota dewan yang kurang ajar. Bila mereka bisa mengancam untuk memakzulkan presiden atau gubernur bahkan memboikot menteri, kenapa kita yang tuan dari mereka malah tidak mampu memcat anggota dewan yang kurang ajar?

Tentu aturan memakzulkan atau menenggelamkan anggota dewan tidak akan pernah ada karena anggota dewan yang membuat peraturan perundang-undangan. Namun kita sementara ini bisa menghukum mereka dengan tidak memilih nama dan partai tempat mereka bernaung. Memilih Fachri Hamzah dan yang sejenisnya sama dengan memperpanjang nafas bagi tindak korupsi karena dia sendiri sedang bermasalah dengan perpajakan. Memilih PKS pun juga hanya mempermalukan agama karena telah dibungkus syahwat. Dan sebaiknya memang tidak perlu menempatkan suara pada pemilihan legislatif, kita konsentrasi penuh pada pemilihan presiden. Tentu banyak yang tidak sependapat bila ada anjuran boikot Pilihan Legislatif 2018 tetapi kita harus pikirkan cara lain untuk menghukum mereka tanpa menyalahi konstitusi.

Untuk sementara ini, cukup kita berkata bahwa mereka yang tergabung dalam panitia susah adalah sekelompok orang yang rendah budi dan akal. Itu saja.

Penutup

Tulisan ini akan saya tutup dengan  pertanyaan untuk Surya Paloh dan Megawati.

  1. Sebagai ketua umum, apakah anda setuju bila hak angket ini merupakan tindakan nyata mengkhianati Pancasila? Jika anda berdua tidak setuju, lakukan sesuatu sebagai bukti anda setia pada Pancasila.
  2. Sebagai ketua umum, apakah anda sudah memikirkan untuk memecat kader yang menjadi anggota dewan bila terlibat dalam gerakan seperti pada point 1?

 

Demikianlah. Wassalam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: