Fadli Zon sebagai Capres 2019 dari Gerindra

Upaya keras Gerindra untuk memperjuangkan ambang batas 0 % dalam pemilihan presiden 2019 idealnya itu dibaca sebagai upaya Gerindra untuk mengajukan Fadli Zon sebagai capres. Kita tahu bahwa Prabowo Subianto tentu tidak akan mau menerima kekalahan yang berulang karena Prabowo Subianto bukanlah keledai. Keledai yang cerdas  tidak akan terjerembab pada lubang yang sama untuk kedua kali dan Prabowo bukanlah keledai. Kita harus camkan itu! Hanya keledai yang dungu saja yang ikhlas terperosok pada lubang yang sama hingga berkali-kali.

Fadli Zon mungkin juga satu-satunya orang yang berani dengan tegas memberi kritik pada Jusuf Kalla dalam kasus Papa Minta Saham. Saat itu Fadli Zon mengatakan Sudirman Said layak dicopot dari kabinet karena melanggar konstitusi dengan memperpanjang izin ekspor bagi Freeport. Selain memberi pernyataan seperti itu, Fadli Zon juga mengatakan Sudirman Said adalah antek Freeport. “Menteri di Bidang Migas enggak berprestasi. Suatu manuver politik untuk menutupi sesuatu. Dialah yang paling banyak menguntungkan Freeport. Antek Freeport,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta‎, Senin (16/11/2015).

Dan kita tahu Sudirman Said adalah perpanjangan tangan Jusuf Kalla.

Jadi,kalau kita jujur, mungkin komentar diatas adalah kontribusi positif Fadli Zon bagi negara ini, selain kontribusi lain yaitu menyatakan bahwa Jusuf Kalla ada di balik kisruh Papa Minta Saham.

“Jusuf Kalla yang mengendalikan ini, yang ribut di antara pemerintah,” katanya kepada media saat isu tersebut mulai mencuat. Politikus sekelas Fadli tentu tak bakal berani asal bicara.

 

http://www.beritateratas.com/2015/12/heboh-fadli-zon-bongkar-peran-jk.html

Apakah Fadli Zon itu hanya membual atau bicara sebenarnya, tentu kita tidak tahu dan Jusuf Kalla juga tidak akan memberi tahu yang sebenarnya terjadi. Cukup bagi kita untuk berhenti di sini dan tidak perlu menduga-duga dan berprasangka buruk. Sayangilah energi!

Lanjut.

Prabowo Subianto jika dia maju lagi dengan ambang batas 0 persen ya berarti ini menunjukkan gejala kefahrihamzahan. Saya katakan seperti itu karena siapapun juga bisa maju sebagai capres tanpa perlu kecakapan mengurus partai politik atau lihai berorganisasi. Kalau anda tidak terima dengan pernyataan saya, ya silahkan tunjukkan kebecusan Fahri Hamzah dalam mengurus negara dengan catatan selain palu sidang angket KPK.

Mengapa Fadli Zon layak menjadi capres dari Gerindra? Ada kemungkinan karena Prabowo Subianto adalah ban serep bagi Fadli Zon. Kita tidak pernah mendengar Prabowo Subianto berkiprah secara langsung dalam gempita angket KPK ataupun Papa Minta Saham. Dan tak perlu juga kita berkata Prabowo ada di belakang Fadli Zon. Memangnya ada bukti kalau Prabowo mendukung setiap langkah Fadli Zon? Diamnya Prabowo itu malah saya asumsikan jika Prabowo ini ban serep saja bagi Fadli Zon.

Padahal kita tahu kemampuan Prabowo ini luar biasa. Pengalaman berorganisasi juga luar biasa karena ditempa dengan tradisi militer. Harusnya Prabowo bisa berfungsi lebih baik sebagai ketua Umum Gerindra.

Jadi dengan logika Fadli Zon seperti yang pernah dia ungkapkan

Menurut Fadli, ketidakbisaan Presiden Jokowi memaksimalkan yang ada di sekitarnya, termasuk wakil presiden, tak lain karena mentalnya masih mental wali kota. Sehingga, Jokowi merasa bisa melakukan setiap pekerjaan sendirian. Padahal, Indonesia adalah negara dengan luas wilayah yang sangat besar.

“Dia (Jokowi) merasa bisa melakukan semuanya solo atau sendirian. Itu masih mental wali kota karena wali kota itu kan luas wilayahnya saja terbatas, jadi bisa dilakukan sendiri,” terang Fadli.

Kita bisa gunakan logika yang sama dengan Fadli Zon. Bahwa ketidakbisaan Prabowo Subianto memaksimalkan yang ada di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri, tak lain karena mentalnya masih mental komandan. Sehingga Prabowo merasa tidak bisa melakukan setiap pekerjaan sendirian. Dan delegasi wewenang ini dibutuhkan karena Indonesia adalah negara dengan luas wilayah yang sangat besar.

Masih dengan logika yang setara dengan Fadli Zon, dia (Prabowo) merasa tidak bisa melakukan semuanya secara sendirian. Untuk itulah menjadi ban serep adalah pilihan terbaik. Dan Fadli Zon telah menjalankan fungsinya secara tepat. Mantap!

Penutup

Akhir kata, saya semakin yakin perjuangan Gerindra untuk menurunkan ambang batas adalah tak lain dan tak bukan supaya Fadli Zon dapat maju sebagai calon presiden dalam pilpres 2019.

 

Demikianlah. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: