Haram itu Barokah

Ada satu kata yang banyak beredar dalam pembicaraan sehari-hari. Rejeki dan barokah. Silahkan tanyakan itu kepada para koruptor dan mereka yang tidak peduli hukum agama. Kemungkinan besar mereka akan berpendapat mencuri juga bagian dari rejeki dan kadang dengan hasil mencuri atau membegal bahkan menipu itu masih berharap ada berkah di dalam hartanya.

Dasar argument yang mereka gunakan mungkin karena sudah bersedekah atau keluarkan apa yang dianggap sebagai infaq dari harta itu tadi. Sedangkan yang seperti itu ibarat mencuci baju dengan air kencing. Atau mungkin hasil karya BAB dianggap sebagai sabun krim yang bermanfaat secara ekonomis. Mungkin iya dan mungkin tidak. Kita tak perlu menempatkan prasangka apapun terlebih lagi prasangka buruk kan jelas salah bila kita berburuk sangka.

Namun intinya adalah tidak akan pernah ada berkah atau barokah dalam harta yang bercampur antara antara halal dan haram. Sekalipun harta haram itu kita gunakan untuk biaya haji orang seisi pedukuhan. Lebih konyol lagi jika ada yang berpikir jika dia sudah menunaikan ibadah haji lalu semua dosa setelah haji itu diampuni. Sungguh tak ada dalil seperti itu. Karena haji mabrur tidak sebatas dosa yang diampuni di masa lalu atau kita sudah seperti bayi yang tak mengenal dosa. Bayi memang tak ada dosa karena dia belum berakal dan belum ada kewajiban. Lha ibadah haji? Bukankah setelah pulang dari Mekkah itu akal kita masih melekat? Apakah akal dan kewajiban serta larangan dalam agama itu tertinggal di padang pasir sekitar Mekkah?

Demikianlah. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: