Tentang Kelanjutan Api di Bukit Menoreh

Kisah silat legendaris dengan tokoh utama Agung Sedayu ini benar-benar karya luar biasa dari almarhum Ki Mintardja yang wafat tahun 2002. Kisah ini berakhir pada jilid 396 dan tidak ada kelanjutannya lagi semenjak beliau wafat.

Kisah ini saya baca sejak duduk di bangku SMP lalu beberapa bulan terakhir saya mengikutinya lagi hingga jilid 396.

Beberapa penulis mencoba untuk melanjutkan Api Bukit Menoreh sesuai dengan imajinasi masing-masing. Dan tentu, hasil karya beliau-beliau ini terbit karena rasa hormat dan kagum pada almarhum. Kemudian pada akhirnya serba sedikit mampu mengobati rasa rindu pada Api Bukit Menoreh. Flam Zahra dan Panembahan Mandaraka telah mencoba untuk satu upaya pengembangan barak pasukan khusus. Pasukan khusus pecinta Api Bukit Menoreh 😀

Dalam pada itu, saya sendiri ada rasa penasaran untuk melanjutkan Api Bukit Menoreh. Setelah berdiskusi dengan seorang sanak kadang yang bermukim di lereng Menoreh, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melanjutkan Api Bukit Menoreh sesuai dengan khayalan yang muncul dalam benak saya. Meskipun demikian, saya mohon maaf sebesar-besarnya bila lanjutan versi saya berkualitas lebih rendah dibandingkan dengan sang maestro.

Selain itu pula, mungkin penerbitan tulisan lanjutan Api Bukit Menoreh akan lebih lama. Mungkin seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali mengingat rata-rata jumlah karakter pada tiap jilid Api Bukit Menoreh adalah 20 ribu atau hanya mungkin baru dirilis hanya setelah keluar dari gua di Jati Anom. Sedikit tentang kelanjutan Api di Bukit Menoreh jilid 397 dan seterusnya adalah berlatar belakang sejarah pemberontakan Panaraga sampai usaha Panembahan Hanyakrawati menundukkan Kadipaten Surabaya.

Kemudian berikutnya, saya akan mencoba tetap menghadirkan sosok Ki Rangga Agung Sedayu dan keluarganya dalam kisah yang berbeda. Mungkin dengan judul Perguruan Orang Bercambuk, Pelangi di Menoreh dan mungkin saja akan berhenti begitu saja. Kiai Gringsing pernah berkata,” segala sesuatunya tergantung Yang Maha Agung.” 😀

Tulisan tentang Lanjutan Api di Bukit Menoreh bukanlah karya komersial karena didedikasikan bagi penggemar dan pecinta ADBM serta pengagum Ki SH Mintardja.

Mohon maaf bila akhirnya tidak memenuhi ekspetasi sebagaimana Api Bukit Menoreh pada awal dituliskan.

Selamat menikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: